Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Di Tengah Hari Kemerdekaan, PM Modi Ancam Pakistan Jika Serang India

ByAdmin Gelanggang

Aug 16, 2025

New Delhi — Dalam pidato Hari Kemerdekaan India ke-78 yang digelar di Benteng Merah, New Delhi, Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan pesan tegas terhadap negara tetangga, Pakistan. Di tengah Hari Kemerdekaan, PM Modi ancam Pakistan jika serang India, menandai pernyataan paling keras dari pemimpin India dalam beberapa tahun terakhir terkait isu keamanan nasional.

Pidato tersebut disampaikan pada Kamis (15/8), di hadapan ribuan warga dan pejabat tinggi India. Dalam pidatonya, Modi menegaskan bahwa India tidak akan ragu untuk mengambil tindakan keras jika integritas dan kedaulatan negaranya diganggu.

“India menginginkan perdamaian, tetapi tidak akan tinggal diam jika diserang. Kami akan membalas dengan kekuatan penuh,” ujar Modi. Pernyataan ini muncul di tengah Hari Kemerdekaan, saat masyarakat India merayakan kemerdekaan dari penjajahan Inggris pada tahun 1947.

Pernyataan PM Modi ancam Pakistan jika serang India mengacu pada ketegangan yang masih berlangsung di wilayah perbatasan Kashmir, yang sering kali menjadi sumber konflik antara kedua negara nuklir tersebut. Menurut Modi, militer India telah diberi kewenangan penuh untuk menjaga perbatasan dan merespons ancaman dengan cepat.

Pemerintah India juga menuduh Pakistan terus mendukung kelompok militan lintas batas yang kerap melancarkan serangan di wilayah Jammu dan Kashmir. Namun, Islamabad membantah tuduhan tersebut dan menyebut India justru melakukan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah yang disengketakan itu.

Sejumlah analis menilai bahwa pernyataan di tengah Hari Kemerdekaan, PM Modi ancam Pakistan jika serang India tidak hanya ditujukan ke luar negeri, tapi juga menjadi sinyal politik domestik menjelang pemilu India tahun depan. Modi ingin memperkuat citranya sebagai pemimpin tegas yang menjaga kedaulatan negara.

Reaksi dari pihak Pakistan datang tak lama setelah pidato tersebut. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa retorika semacam itu tidak membantu menciptakan suasana damai di kawasan Asia Selatan, dan menyerukan agar India fokus pada diplomasi, bukan ancaman militer.

Sementara itu, di India, dukungan terhadap pernyataan Modi datang dari berbagai kalangan, terutama dari partai nasionalis Bharatiya Janata Party (BJP). Mereka menilai bahwa PM Modi ancam Pakistan jika serang India adalah peringatan yang sah untuk mempertahankan keamanan nasional.

Sejumlah pengamat menyarankan agar kedua negara menurunkan eskalasi dan kembali membuka jalur diplomasi. Ketegangan berkepanjangan antara dua negara bersenjata nuklir dapat membawa risiko serius bagi stabilitas kawasan.

Untuk perkembangan terbaru seputar konflik India–Pakistan, geopolitik Asia Selatan, dan berita internasional lainnya, kunjungi situs resmi www.gelanggangnews.com.