Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Cekcok Mahathir–Anwar Memanas, Trump Kembali Ancam Iran dengan Serangan Militer

ByAdmin Gelanggang

Jul 23, 2025

Ketegangan politik dan geopolitik mewarnai minggu ini dengan dua isu besar: perselisihan panas antara dua tokoh politik senior Malaysia, Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim, serta pernyataan keras dari mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan menyerang Iran kembali.

Anwar vs Mahathir: Sengketa Lama Mencuat Lagi

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa mantan PM Tun Dr. Mahathir Mohamad bertanggung jawab atas keputusan penarikan klaim terhadap Pulau Batu Puteh. Meski menyebut adanya kesalahan, Anwar menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membawa Mahathir ke jalur hukum. Alasannya: faktor usia Mahathir yang telah menginjak 100 tahun dan kekhawatiran akan reaksi negatif dari oposisi.

Kabinet pun sepakat menghentikan penyelidikan pidana terhadap Mahathir, meskipun pengakuan kesalahan sudah disampaikan secara terbuka. Anwar menyatakan bahwa jika pemerintah bersikeras menyeret Mahathir ke pengadilan, akan muncul tuduhan bahwa mereka tidak berperikemanusiaan terhadap seorang tokoh tua yang juga mantan pemimpin negara.

Langkah ini kembali membuka luka lama hubungan politik antara Anwar dan Mahathir, yang selama puluhan tahun silih berganti antara menjadi sekutu dan rival.

Trump Ancam Serang Iran Lagi

Sementara itu di panggung internasional, mantan Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa AS siap untuk kembali menyerang fasilitas nuklir Iran “jika diperlukan”.

Ancaman ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengakui bahwa fasilitas nuklir mereka mengalami kerusakan parah akibat serangan udara AS pada 22 Juni 2025. Serangan itu menyasar situs-situs sensitif di Fordow, Natanz, dan Isfahan, dan dilakukan dengan kombinasi rudal Tomahawk serta pesawat siluman B-2.

Trump mengklaim bahwa serangan tersebut telah menghancurkan kemampuan nuklir Iran. Namun, laporan intelijen independen menyebut bahwa serangan itu hanya menunda program nuklir Iran selama beberapa bulan saja. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga melaporkan bahwa stok uranium Iran tetap ada, meskipun fasilitasnya terganggu.

Iran, di sisi lain, menegaskan tidak akan mundur dan akan melanjutkan pengayaan uranium sebagai simbol “harga diri nasional”. Pemerintah Iran juga tengah menjajaki dialog tidak langsung dengan negara-negara Eropa untuk menurunkan eskalasi.

Dampak Global

Kedua peristiwa ini mencerminkan ketegangan yang terus membara, baik dalam politik domestik Malaysia maupun geopolitik global. Di Malaysia, langkah Anwar menunjukkan dilema etika antara penegakan hukum dan penghormatan terhadap tokoh nasional. Sementara di kancah internasional, ancaman Trump terhadap Iran menambah kekhawatiran akan munculnya konflik besar di Timur Tengah.

Baca berita lengkap dan terkini lainnya hanya di:
🔗 https://gelanggangnews.com