Jakarta, GELANGGANG NEWS — Bank Indonesia (BI) secara resmi mengumumkan bahwa seluruh layanan operasionalnya akan tidak beroperasi pada Senin, 18 Agustus 2025. Keputusan ini berkaitan dengan penetapan cuti bersama dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada hari Minggu, 17 Agustus 2025.
Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Jumat (8/8), BI menyampaikan bahwa penutupan sementara ini mencakup seluruh kegiatan operasional kantor pusat dan kantor perwakilan di daerah, termasuk sistem pembayaran seperti RTGS (Real Time Gross Settlement), SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia), dan BI-FAST.
“BI tidak beroperasi Senin 18 Agustus 2025 sehubungan dengan penetapan cuti bersama sesuai keputusan pemerintah. Operasional akan kembali berjalan normal pada Selasa, 19 Agustus 2025,” demikian pernyataan resmi dari Departemen Komunikasi Bank Indonesia.
Meskipun BI tidak beroperasi Senin 18 Agustus 2025, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir karena sistem perbankan ritel masih akan tetap berjalan secara terbatas melalui layanan digital. Beberapa bank telah menyesuaikan jadwal layanan mereka dan menyarankan nasabah untuk melakukan transaksi penting sebelum tanggal tersebut.
Pihak Bank Indonesia juga menyatakan telah berkoordinasi dengan seluruh perbankan nasional dan lembaga keuangan untuk memastikan kesiapan sistem dan pelayanan selama hari libur tersebut. “Kami pastikan likuiditas tetap terjaga dan distribusi uang tunai di ATM berlangsung lancar,” ujar Erwin Haryono, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI.
Keputusan bahwa BI tidak beroperasi Senin 18 Agustus 2025 juga telah disampaikan kepada pelaku pasar keuangan, eksportir, importir, dan institusi yang bergantung pada layanan keuangan harian dari Bank Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memberikan kepastian jadwal serta mencegah gangguan aktivitas ekonomi.

Sebagai bank sentral, BI memiliki peran penting dalam mengatur sistem keuangan dan mendukung stabilitas moneter. Oleh karena itu, setiap informasi terkait operasional BI selalu menjadi perhatian banyak pihak, termasuk sektor swasta dan publik.
Kepala Ekonom Institute for Financial Studies, Dimas Hidayat, menilai penutupan sementara ini tidak akan berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi, mengingat sudah diprediksi jauh hari. “Yang penting adalah keterbukaan informasi. Karena publik sudah tahu bahwa BI tidak beroperasi Senin 18 Agustus 2025, mereka bisa menyesuaikan aktivitas sebelumnya,” ungkap Dimas.
Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk mengakses informasi resmi hanya melalui kanal yang sah, guna menghindari kesimpangsiuran informasi terkait jadwal operasional selama hari libur nasional dan cuti bersama.
Untuk pembaruan informasi resmi seputar jadwal operasional BI dan perkembangan ekonomi nasional, kunjungi situs kami di www.gelanggangnews.com.

