Banjir Melanda Jakarta, 10 RT Masih Tergenang Hingga Jumat Pagi

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (28/1/2025) hingga Kamis (30/1/2025) malam mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta melaporkan bahwa hingga Jumat (31/1/2025) pukul 08.00 WIB, masih terdapat 10 rukun tetangga (RT) yang tergenang air. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta, M. Yohan, menjelaskan bahwa genangan tersebut terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi.

Sebagian besar wilayah yang terdampak banjir berada di Jakarta Barat, dengan rincian tujuh RT di Kelurahan Cengkareng Barat dan tiga RT di Kelurahan Tegal Alur, dengan kedalaman air mencapai 30 hingga 60 sentimeter. Meski demikian, genangan di beberapa daerah lainnya sudah mulai surut.

Berikut adalah daftar wilayah yang sebelumnya terdampak banjir namun kini telah kembali normal:

  • Jakarta Barat: Rawa Buaya (4 RT), Duri Kosambi (7 RT), Cengkareng Timur (20 RT), Pegadungan (3 RT), dan Cengkareng Barat (1 RT).
  • Jakarta Utara: Sukapura (11 RT), Rorotan (1 RT), dan Semper Barat (2 RT).
  • Jakarta Timur: Pejaten Timur (3 RT), Cawang (4 RT), Cililitan (2 RT), Bidara Cina (3 RT), dan Kampung Melayu (4 RT).
  • Jakarta Selatan: Pela Mampang (1 RT).
Banjir Melanda Jakarta, 10 RT Masih Tergenang Hingga Jumat Pagi

Selain itu, sejumlah jalan yang sebelumnya tergenang kini sudah dapat dilewati kendaraan, seperti Jalan Muara Baru (Penjaringan), Jalan Satria Raya (Jelambar), Jalan Pegangsaan Dua (Green Hill), Jalan Kelapa Hybrida Raya (Pegangsaan Dua), dan Jalan Cakung Cilincing (Sukapura).

Banjir yang melanda beberapa daerah Jakarta juga memaksa ribuan warga untuk mengungsi ke tempat-tempat penampungan sementara. Di Kelurahan Cengkareng Barat, terdapat 42 keluarga (107 orang) yang mengungsi di Masjid An Nur dan Gereja GPPK Palem. Sementara itu, di Kelurahan Tegal Alur, 355 keluarga (692 orang) mengungsi di Musholla Al Madin dan beberapa masjid di RW 015. Di Kelurahan Rorotan, sekitar 500 orang dari 312 keluarga juga mengungsi di Depo BCC. Di Kelurahan Semper Barat, ada 312 keluarga (1.485 orang) yang mengungsi di berbagai lokasi seperti RPTRA Triputa Persada Hijau, Rusun Embrio, Mushola Al Barokah, dan beberapa titik lainnya.

BPBD Jakarta bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik. Yohan mengungkapkan bahwa mereka berupaya agar genangan surut secepat mungkin. BPBD juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Bagi yang membutuhkan bantuan darurat, warga dapat menghubungi nomor telepon 112 yang tersedia 24 jam tanpa biaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *