Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Banjir Aceh-Sumatera, Ada Bantuan Rp 13,3 Miliar agar Siswa Tetap Belajar

ByAdmin Gelanggang

Dec 4, 2025

GELANGGANG NEWS — Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan sebagian Sumatera membawa dampak besar terhadap aktivitas warga, termasuk sektor pendidikan yang mengalami gangguan signifikan. Ribuan siswa terpaksa menghentikan kegiatan belajar karena sekolah mereka terendam, akses transportasi terputus, dan fasilitas pendukung rusak. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah mengumumkan penyaluran bantuan senilai Rp13,3 miliar untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan.

Bantuan ini mencakup penyediaan perlengkapan sekolah darurat, perbaikan fasilitas pendidikan yang rusak, serta dukungan logistik untuk pemulihan cepat di zona terdampak. Kementerian terkait menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut tidak hanya digunakan untuk perbaikan fisik, tetapi juga untuk mendukung operasional pembelajaran sementara, termasuk penyediaan ruang belajar darurat dan distribusi perangkat pendidikan.

Dalam laporan khas Gelanggang News, sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan wilayah lain di pesisir Sumatera mengalami kerusakan parah. Banyak ruang kelas yang tidak dapat digunakan karena terendam lumpur setinggi lutut hingga pinggang. Di beberapa titik, banjir mengangkut perabot sekolah, buku, dan peralatan laboratorium, menyebabkan kerugian besar yang harus ditangani secara cepat.

Kementerian Pendidikan menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan siswa tidak kehilangan hak belajar meski berada dalam situasi krisis. Untuk itu, tim bantuan darurat sudah diterjunkan untuk mendirikan tenda belajar, menyalurkan paket alat tulis, serta menyiapkan kurikulum darurat yang memungkinkan siswa tetap melanjutkan materi tanpa harus menunggu pemulihan total bangunan sekolah.

Di sisi lain, para guru juga mendapatkan dukungan berupa transportasi dan insentif agar tetap dapat menjalankan tugas di tengah kondisi yang sulit. Banyak di antara mereka yang harus menempuh jalur alternatif melewati medan licin dan penuh genangan demi memastikan kegiatan pendidikan tidak terhenti.

Bantuan Rp13,3 miliar tersebut juga dialokasikan untuk mendorong pemulihan psikososial siswa. Tim pendamping diturunkan untuk memberikan layanan trauma healing, terutama bagi anak-anak yang mengalami ketakutan akibat kehilangan rumah atau melihat langsung derasnya arus banjir. Program ini dianggap penting agar kondisi emosional mereka tetap terjaga selama menjalani proses pendidikan darurat.

Meski penyaluran bantuan terus berjalan, tantangan masih besar. Cuaca yang tidak stabil dan curah hujan yang tinggi berpotensi memperlambat proses pemulihan. Namun pemerintah menegaskan bahwa koordinasi terus diperkuat agar penanganan sektor pendidikan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Dengan langkah cepat ini, diharapkan anak-anak di Aceh dan Sumatera tetap memiliki kesempatan belajar yang layak meski berada di tengah bencana. Upaya tersebut sekaligus menjadi komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama, bahkan dalam situasi darurat sekalipun.


Informasi selengkapnya dapat dibaca di www.gelanggangnews.com.