Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Bahlil Lahadalia Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif Presiden

ByAdmin Gelanggang

Mar 17, 2025

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa isu reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Pernyataan ini disampaikan Bahlil menanggapi spekulasi yang beredar mengenai kemungkinan perombakan kabinet setelah pertemuan antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam keterangannya kepada media, Bahlil menekankan bahwa para menteri sebaiknya fokus menjalankan tugas dan tidak terlibat dalam polemik terkait reshuffle. Menurutnya, sebagai pembantu presiden, tugas utama menteri adalah melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan.

“Saya kira kita sebagai pembantu presiden tidak boleh melampaui batas kewenangan kita. Reshuffle adalah hak prerogatif presiden, dan kita harus hormati itu. Tugas kita adalah bekerja sesuai arahan presiden,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (19/3/2025).

Spekulasi mengenai kemungkinan perombakan kabinet kembali mencuat setelah pertemuan antara Presiden Prabowo dan Sri Mulyani di Istana Negara. Beberapa pengamat politik menilai pertemuan tersebut bisa menjadi sinyal adanya evaluasi terhadap kinerja para menteri.

Namun, Bahlil menegaskan bahwa wacana reshuffle sepenuhnya merupakan kewenangan presiden dan tidak perlu ditanggapi secara berlebihan oleh pihak-pihak di luar lingkaran keputusan.

“Saya percaya Presiden memiliki pertimbangan yang matang dalam setiap keputusan, termasuk soal kabinet. Kami hanya bisa bekerja sebaik mungkin dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada beliau,” tambahnya.

Sebagai salah satu kader Partai Golkar yang saat ini menjabat di kabinet, Bahlil juga menyatakan keyakinannya terhadap kualitas kader partainya yang sedang mengemban tugas di pemerintahan. Ia percaya bahwa Presiden Prabowo mengetahui dan menghargai kinerja para kader Golkar di kabinet.

“Saya yakin bahwa kader-kader Golkar yang ada di pemerintahan sudah bekerja dengan baik dan memberikan kontribusi positif. Tetapi sekali lagi, keputusan ada di tangan Presiden,” kata Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan kepada para menterinya untuk fokus menyelesaikan program-program pemerintah dan tidak terpengaruh oleh isu reshuffle yang berkembang.

“Presiden selalu mengingatkan kami untuk tetap fokus pada tugas masing-masing. Jangan terlalu sibuk mengomentari isu yang bukan kewenangan kita. Yang penting adalah bagaimana kita bekerja untuk masyarakat,” tutup Bahlil.

Dengan demikian, meskipun isu reshuffle kabinet terus beredar, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo, sementara para menteri harus tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab mereka.