Ahok Siap Hadiri Pemeriksaan Kejagung Terkait Kasus Pertamina

Jakarta – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dipastikan akan memenuhi panggilan Kejaksaan Agung pada Kamis (13/3/2025). Ahok dijadwalkan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023.

“Ya, akan hadir,” kata Ahok singkat saat dikonfirmasi pada Rabu (12/3/2025).

Ahok mulai menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina pada 2019 dan resmi mengundurkan diri pada 2024. Keputusan tersebut diambil karena dirinya ingin terlibat dalam kampanye mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Sebagai Komisaris Utama BUMN, tugas Ahok selama di Pertamina mengacu pada Pasal 31 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, yang mencakup pengawasan terhadap direksi serta pemberian nasihat dalam menjalankan pengelolaan perusahaan.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2005 tentang BUMN, Pasal 60 ayat (1) dan (2), disebutkan bahwa komisaris bertanggung jawab atas pengawasan pengelolaan BUMN dan tugasnya diatur lebih lanjut dalam anggaran dasar perusahaan.

Sementara itu, Juru Bicara PDI Perjuangan, Chico Hakim, menegaskan bahwa Ahok siap memberikan keterangan secara terbuka kepada penyidik jika dibutuhkan. Ia menilai Ahok sangat antusias untuk membantu mengungkap dugaan korupsi di Pertamina dan menepis opini yang mengaitkan dirinya dalam kasus tersebut.

“Justru Pak Ahok sangat bersemangat untuk hadir jika ada panggilan dari Kejaksaan,” ujar Chico saat dihubungi pada Minggu (2/3/2025).

Chico juga menegaskan bahwa Ahok adalah sosok dengan kredibilitas tinggi serta memiliki integritas dan moral yang kuat. PDI Perjuangan, sebagai partai yang menaunginya, juga berkomitmen untuk menjunjung tinggi supremasi hukum dan penegakan keadilan yang transparan.

“Tidak ada tebang pilih, semua harus transparan, dan kasus ini harus ditindak dengan objektif,” tambahnya.

Dengan keterlibatan Ahok dalam pemeriksaan ini, publik kini menanti perkembangan lebih lanjut mengenai kasus dugaan korupsi di Pertamina dan langkah hukum yang akan diambil oleh Kejaksaan Agung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *