GELANGGANGNEWS.COM – Ribuan warga London menggelar aksi damai bertajuk “Red Line for Palestine” pada Rabu (4/6), dengan membentuk rantai manusia berbusana merah di sekitar gedung Parlemen Inggris. Mereka membentangkan kain merah sebagai simbol peringatan atas pelanggaran kemanusiaan di Gaza dan mendesak pemerintah Inggris untuk segera menghentikan penjualan senjata ke Israel.
Desakan Embargo dan Sanksi untuk Israel
Para demonstran menyuarakan seruan keras seperti “Stop Arming Israel” dan “Embargo Sekarang”, menuntut pemerintah Inggris untuk memberlakukan embargo militer serta sanksi terhadap Israel atas agresi militernya di Jalur Gaza. Spanduk bertuliskan “Starving Children is a Red Line” juga dibawa, sebagai pengingat akan penderitaan warga sipil Palestina, khususnya anak-anak.
Aksi tersebut bertepatan dengan sidang mingguan Prime Minister’s Questions (PMQs) di parlemen, memberikan tekanan langsung kepada para anggota legislatif untuk bertindak.
Pernyataan Pemerintah Inggris
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengakui bahwa situasi di Gaza sangat memprihatinkan dan menyebut tindakan militer Israel sebagai “mengerikan dan tidak dapat diterima”. Namun, hingga saat ini belum ada kebijakan nyata berupa penghentian ekspor senjata atau sanksi terhadap Israel.
Didukung Koalisi Pro-Palestina
Aksi solidaritas ini didukung oleh berbagai organisasi pro-Palestina, termasuk Palestine Solidarity Campaign (PSC), Friends of Al-Aqsa, dan Stop the War Coalition. Mereka menyerukan agar Inggris:
Menghentikan penjualan senjata ke Israel,
Mendukung penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional,
Serta memulihkan pendanaan kepada UNRWA, badan PBB yang membantu pengungsi Palestina.
Terus ikuti kabar terkini seputar solidaritas global dan konflik Timur Tengah hanya di: https://gelanggangnews.com/
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
