Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Eks PM Israel: Kabinet Netanyahu Layak Disebut Penjahat Perang

ByAdmin Gelanggang

Jun 3, 2025

Yerusalem – Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, mengeluarkan pernyataan keras dengan menyebut kabinet yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu sebagai “penjahat perang”. Kritik tajam ini dilontarkan Olmert di tengah meningkatnya kecaman global terhadap serangan brutal Israel di Gaza.

Olmert menegaskan bahwa tindakan pemerintah saat ini, terutama dalam menangani konflik dengan Palestina, telah melampaui batas kemanusiaan dan melanggar hukum internasional. Ia menyebut serangan terhadap warga sipil di Gaza sebagai bukti kegagalan moral dan kepemimpinan yang tidak bertanggung jawab.

“Pemerintahan Netanyahu telah melakukan kejahatan yang tidak bisa dimaafkan. Mereka harus mempertanggungjawabkan tindakan mereka di hadapan dunia,” ujar Olmert dalam sebuah wawancara.

Pernyataan Olmert memperkuat seruan internasional yang mendesak adanya penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang oleh pejabat tinggi Israel, termasuk kemungkinan tindakan pelanggaran hukum humaniter dalam operasi militer yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil Palestina.

Ehud Olmert sendiri dikenal sebagai tokoh yang lebih moderat dalam politik Israel dan pernah mendorong solusi damai dua negara. Pandangannya kini menjadi kritik terbuka terhadap arah ekstrem yang diambil oleh pemerintahan Netanyahu, terutama dengan dominasi kelompok sayap kanan dalam kabinet.

Seruan Olmert ini menambah tekanan terhadap Netanyahu, yang tidak hanya menghadapi tekanan internasional, tetapi juga gejolak politik dalam negeri dan tuntutan hukum atas dugaan korupsi.

Selengkapnya di: https://gelanggangnews.com