Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

GIZ dan Unilever Indonesia Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Melalui Proyek SULE-WM

ByAdmin Gelanggang

Feb 17, 2025

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) Indonesia bersama dengan Unilever Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia meluncurkan proyek Scaling Up Local Enterprise on Waste Management in Indonesia (SULE-WM). Proyek ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan sampah dengan melibatkan lima perusahaan pengelola sampah lokal yang berada di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Medan, Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, Surabaya, dan Jakarta.

SULE-WM adalah sebuah proyek yang fokus untuk mengembangkan usaha pengelolaan sampah lokal, yang tidak hanya akan meningkatkan kapasitas bisnis tetapi juga membuka peluang kerja ramah lingkungan bagi masyarakat. Ini diharapkan dapat memberikan dampak positif melalui inovasi dan kerjasama erat antara berbagai sektor.

Maya Tamimi, yang menjabat sebagai Head of Division Environment & Sustainability di Unilever Indonesia, menjelaskan bahwa perusahaan mereka memiliki empat fokus utama dalam keberlanjutan, yaitu perubahan iklim, pelestarian alam, pengurangan plastik, dan peningkatan mata pencaharian. Dalam upaya mengurangi dampak plastik, Unilever berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik baru dan meningkatkan daur ulang kemasan plastik, termasuk mengumpulkan serta memproses lebih banyak plastik daripada yang digunakan dalam penjualan produk mereka.

“Kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi permasalahan sampah plastik. Kami percaya sektor UMKM dapat memainkan peran besar dalam pengelolaan sampah, dan proyek SULE-WM adalah bagian dari usaha kami untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengelolaan sampah yang lebih inklusif dan inovatif,” kata Maya.

Unilever Indonesia telah menjalankan sejumlah program yang mendukung pengelolaan sampah, mulai dari desain produk yang lebih ramah lingkungan hingga program pengumpulan dan pemrosesan sampah plastik. Pada tahun 2024, Unilever Indonesia berhasil mengumpulkan dan mengelola 90.000 ton sampah plastik, sebagian besar melalui kemitraan dengan jaringan daur ulang dan proyek waste-to-energy.

Sementara itu, Wistinoviani Adnin, Plt Koordinator Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular di Kementerian Lingkungan Hidup, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Menurutnya, melalui proyek SULE-WM, sebanyak 3.000 ton sampah plastik diharapkan dapat terkumpul, yang akan mengurangi emisi karbon hingga 5.070 ton CO2 ekuivalen.

“Pengelolaan sampah memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari hulu hingga hilir. Proyek seperti ini sangat penting dalam mewujudkan ekonomi sirkular yang dapat mendorong keberlanjutan sosial dan ekonomi. Kolaborasi antara sektor publik dan swasta merupakan langkah nyata untuk mempercepat perubahan,” tambah Wistinoviani.

GIZ dan Unilever Indonesia Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Melalui Proyek SULE-WM

Proyek SULE-WM akan dilaksanakan dalam waktu 21 bulan, dengan beberapa tahap program yang meliputi evaluasi kebutuhan terhadap lima perusahaan pengelola sampah lokal. Setelah itu, akan ada sesi mentoring dan pitching untuk memilih tiga perusahaan yang paling berpotensi, yang kemudian akan masuk ke tahap implementasi dan berakhir dengan pameran dampak dan pertemuan bisnis.

Roy Andy Panjaitan, Project Coordinator for Public-Private Partnership (develoPPP) GIZ Indonesia, ASEAN & Timor-Leste, menyoroti bahwa salah satu tantangan utama dalam pengelolaan sampah adalah mengubah persepsi masyarakat tentang sampah itu sendiri. Melalui proyek ini, GIZ Indonesia berharap dapat menciptakan model bisnis yang lebih berkelanjutan bagi UMKM dan menghadirkan solusi inovatif yang dapat diterapkan secara lebih luas.