Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Israel Bebaskan 110 Tahanan Palestina sebagai Bagian dari Gencatan Senjata dengan Hamas

ByAdmin Gelanggang

Jan 31, 2025

Pada Kamis (30/1), Israel melepaskan 110 tahanan Palestina, yang merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera dengan Hamas. Dinas Penjara Israel mengungkapkan bahwa para tahanan tersebut dipindahkan dari berbagai fasilitas penahanan di seluruh Israel dan dikumpulkan di penjara Ofer dan Ketziot sebelum akhirnya dibebaskan.

Pada hari yang sama, delapan sandera yang sebelumnya disandera oleh Hamas dan kelompok bersenjata lainnya dalam serangan 7 Oktober 2023, juga dibebaskan di Gaza.

Menurut laporan AFP, bus yang membawa tahanan Palestina tiba di Tepi Barat dan disambut dengan sorak sorai. Bus tersebut datang setelah terjadi kekacauan sementara, akibat pembebasan oleh militan Gaza terhadap tiga sandera Israel dan lima warga Thailand yang sempat menunda proses pembebasan.

Bus-bus tersebut berangkat dari Penjara Ofer di Tepi Barat, setelah Israel menerima jaminan dari para mediator mengenai “keamanan” bagi tahanan yang akan dibebaskan di masa depan.

Di Ramallah, ratusan warga Palestina menyambut para tahanan yang dibebaskan dengan penuh kegembiraan. Mereka melambaikan tangan sebagai tanda kemenangan. Salah satu yang pertama turun dari bus adalah Zakaria Zubeidi, yang dipenjara terkait serangan yang menewaskan beberapa warga Israel.

Proses pembebasan sandera dan tahanan lainnya dijadwalkan akan berlanjut pada Sabtu (1/2). Dalam pembebasan mendatang, tiga pria Israel dijadwalkan untuk dibebaskan.

Israel Bebaskan 110 Tahanan Palestina sebagai Bagian dari Gencatan Senjata dengan Hamas

Selain itu, tentara Israel berusia 20 tahun, Agam Berger, menjadi orang pertama yang dibebaskan oleh Hamas pada 30 Januari. Ia diserahkan kepada pejabat Komite Palang Merah Internasional di Jabalia, Gaza utara.

Kesepakatan gencatan senjata ini berada pada tahap pertama yang berlangsung selama 42 hari, dengan tujuan membebaskan total 33 sandera secara bertahap. Namun, sandera dari Thailand tidak termasuk dalam jumlah ini.

Tahap kedua dari negosiasi kesepakatan ini dijadwalkan akan dimulai pada hari Senin (3/2), yang nantinya akan mencakup pembebasan tahanan yang tersisa.

Presiden AS, Donald Trump, beberapa kali mengklaim bahwa ia turut berperan dalam memfasilitasi perjanjian ini sebelum pelantikannya, dengan utusan Timur Tengahnya, Steve Witkoff, yang terlibat dalam pembicaraan dan bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Trump juga telah mengundang Netanyahu untuk bertemu di Gedung Putih pada 4 Februari, menurut pernyataan kantor Perdana Menteri Israel.

Sementara itu, lebih dari 376.000 pengungsi Palestina telah kembali ke Gaza utara sejak Israel membuka kembali akses pada pekan ini, meskipun banyak dari mereka kembali ke kondisi tempat tinggal yang sudah hancur.

Di tengah pembebasan sandera, Israel mengumumkan bahwa mereka telah memutuskan hubungan dengan UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi Palestina) mulai Kamis (30/1), setelah tuduhan bahwa beberapa stafnya terkait dengan Hamas. Meskipun demikian, PBB menyatakan bahwa mereka akan tetap melanjutkan operasinya di seluruh wilayah Palestina, meskipun ada kebijakan baru dari Israel.