Kapolri Kerahkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana di Balik Anjloknya IHSG

GelanggangNews (Utama) – Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengerahkan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk menyelidiki dugaan tindak pidana di sektor pasar modal menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8 persen pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, yang sempat memicu penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengerahkan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk menyelidiki dugaan tindak pidana di sektor pasar modal. Langkah tersebut ditempuh menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8 persen pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, yang sempat memicu penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt.

Kapolri menegaskan bahwa Polri akan mengerahkan tim dari Bareskrim untuk menyelidiki dugaan pelanggaran maupun tindak pidana di pasar modal. Penyelidikan dilakukan berdasarkan informasi dan pengaduan yang diterima kepolisian, di tengah anjloknya IHSG hingga memicu trading halt. Suyudi mengatakan telah mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat lalu untuk memperoleh informasi mendalam mengenai persoalan yang terjadi di pasar modal.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa pihak yang menjadi perhatian dalam penanganan dugaan pelanggaran pasar modal tidak terbatas pada perusahaan sekuritas. Individu yang terindikasi terlibat juga termasuk dalam cakupan penanganan tersebut. Kapolri menegaskan Polri akan mengumpulkan alat bukti sebelum mengambil tindakan terhadap dugaan pelanggaran tersebut untuk memberikan kepastian hukum terkait persoalan di pasar modal.

Pada penutupan perdagangan Jumat tersebut, IHSG terjun 11,57 persen atau kehilangan 678,67 poin ke level 5.185,11. Kejatuhan tajam tersebut terjadi di tengah kekhawatiran pasar menyusul langkah penyedia indeks global MSCI yang membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. DPR meminta pengusutan yang transparan dan kredibel terhadap kasus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *