GelanggangNews – MUARA ENIM – Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga Kelurahan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Seorang lansia bernama Palahiyah (87) ditemukan tidak bernyawa di kawasan hutan yang tak jauh dari kediamannya. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, pihak kepolisian mengungkap bahwa pelaku pembunuhan tersebut adalah orang terdekat korban, yakni anak kandung dan cucunya sendiri.
Kronologi dan Pengungkapan Pelaku
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Muara Enim bergerak cepat setelah penemuan jasad korban. Kasat Reskrim Polres Muara Enim, AKP Muhammad Adrian, mengonfirmasi bahwa identitas para pelaku adalah Nurlela alias Ebok (46), yang merupakan anak perempuan korban, serta M. Ilham Mulyadi (20), cucu korban.
Penemuan ini bermula dari laporan kehilangan dan penemuan jenazah di area hutan Lingkungan I, Kecamatan Gelumbang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menemukan indikasi kekerasan yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan.
Motif: Dendam Lama yang Terpendam
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, motif di balik aksi keji ini bukanlah perampokan atau perencanaan yang matang, melainkan luapan emosi akibat sakit hati yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.
Trauma Masa Kecil: Pelaku Nurlela mengaku menyimpan dendam mendalam karena sering dimarahi dan diperlakukan kasar oleh korban sejak ia masih kecil hingga dewasa.
Pemicu Terakhir: Konflik memuncak pada 12 April 2026. Saat itu, Nurlela yang baru saja pulang mencari kayu bakar kembali terlibat cekcok mulut dengan ibunya. Korban dilaporkan memarahi pelaku, yang kemudian memicu emosi Nurlela hingga ke titik didih.
Keterlibatan Sang Cucu
Awalnya, M. Ilham Mulyadi (20) sempat berusaha melerai keributan antara ibu dan neneknya tersebut. Namun, situasi yang semakin memanas dan tidak terkendali membuat sang cucu akhirnya justru ikut terlibat dalam aksi kekerasan yang berujung pada tewasnya Palahiyah.
“Motifnya adalah emosi sesaat yang dipicu oleh dendam lama yang sudah dipendam. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ini bukan merupakan pembunuhan berencana,” ujar AKP Muhammad Adrian.
Kondisi Saat Ini: Kedua pelaku saat ini telah diamankan oleh Polres Muara Enim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat kelam mengenai pentingnya resolusi konflik dalam keluarga agar rasa sakit hati tidak berujung pada tindakan kriminal yang fatal.












