Polisi Buru Pria yang Cekoki Miras dan Cabuli Bocah di Cipondoh Tangerang

GelanggangNews – Tangerang – Seorang bocah perempuan berinisial D di Cipondoh, Kota Tangerang, diduga menjadi korban pencabulan usai dicekoki minuman keras (miras). Pelaku, seorang pria berinisial I, kini tengah diburu oleh pihak kepolisian.

“Pelaku berinisial I dalam pengejaran,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Parikhesit, saat dikonfirmasi pada Selasa (5/5/2026).

Parikhesit menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga dijadwalkan akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada akhir pekan ini untuk memperjelas kronologi peristiwa tersebut.

“Saksi-saksi yang mengetahui kejadian sudah kami periksa. Hari Sabtu mendatang, kami akan melakukan olah TKP,” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah unggahan viral di media sosial menarasikan seorang anak berinisial D di Cipondoh, Kota Tangerang, diduga menjadi korban persetubuhan dan pencabulan. Dalam unggahan tersebut, tampak tangkapan layar (screenshot) pesan WhatsApp yang diduga dikirim antara korban dan terduga pelaku. Selain itu, terdapat foto yang menampilkan korban bersama tiga orang pria.

Narasi dalam unggahan tersebut menyebutkan bahwa korban dicekoki miras hingga tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dicabuli. Unggahan itu juga menyertakan bukti surat tanda terima laporan polisi dengan nomor registrasi LP/B/920/IV/2026/SPKT/POLRES METRO TANGERANG KOTA/POLDA METRO JAYA, tertanggal 27 April 2026.

AKBP Parikhesit membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa dugaan persetubuhan dan pencabulan itu dialami korban pada Selasa (21/4/2026). Meski demikian, pihaknya belum dapat menjelaskan rincian kronologi secara mendalam karena masih dalam proses penyelidikan.

Guna memulihkan kondisi psikologis korban, kepolisian juga bekerja sama dengan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait. Ia menegaskan komitmen Polri untuk memberikan penanganan terbaik bagi korban yang masih di bawah umur.

“Terkait korban, karena masih anak-anak, kami sudah bekerja sama dengan para stakeholder untuk pemulihan dan penanganan terbaik bagi korban,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *