Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Dugaan Pelecehan Seksual di Megamendung: Rumah Oknum Guru Ngaji Digeruduk Massa

ByAdmin Gelanggang

Apr 18, 2026

GelanggangNews – BOGOR – Sebuah video yang memperlihatkan kerumunan warga mendatangi rumah seorang pria yang diduga melakukan pelecehan seksual viral di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan Puncak, tepatnya di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Warga yang geram menuntut pertanggungjawaban atas dugaan tindakan asusila yang dilakukan pelaku terhadap muridnya sendiri.

Kronologi Penggerudukan Warga

Dalam rekaman video yang beredar, tampak massa memadati halaman sebuah rumah yang dihuni oleh pria yang kerap disapa “Ustaz” oleh warga sekitar. Suasana sempat memanas ketika beberapa warga berteriak meminta terduga pelaku untuk keluar dari persembunyiannya.

“Kaluar (keluar)!” teriak salah seorang warga dalam video tersebut. Warga lainnya menimpali dengan menyebut bahwa terduga pelaku sedang bersembunyi di dalam rumah untuk menghindari amukan massa.

Konfirmasi Pihak Kepolisian

Kapolsek Megamendung, Iptu Desi Triana, membenarkan adanya insiden penggerudukan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kasus ini pertama kali mencuat ke publik sekitar dua hari yang lalu. Pihak Polsek segera bertindak cepat untuk mengamankan lokasi guna mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri.

“Kejadiannya betul. Tindakan awal kami adalah mendatangi lokasi, kemudian berkoordinasi dengan Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pagi tadi kasusnya sudah resmi kami arahkan ke PPA Polres Bogor,” ujar Iptu Desi saat dikonfirmasi pada Jumat (17/4/2026).

Iptu Desi juga mengklarifikasi status terduga pelaku di lingkungan tersebut. Meski dipanggil dengan sebutan ustaz, pria tersebut diketahui hanya sesekali mengajar mengaji bagi anak-anak di lingkungan rumahnya.

Proses Hukum di Polres Bogor

Saat ini, kasus dugaan pelecehan seksual tersebut telah dilimpahkan sepenuhnya ke Unit PPA Polres Bogor. Kasat PPA Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, menyatakan bahwa pihak keluarga korban telah resmi melayangkan laporan pada Jumat sore.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui jumlah pasti korban serta modus operandi yang dilakukan oleh terduga pelaku.

“Sore ini orang tua korban baru saja melapor ke Polres. Fokus kami saat ini adalah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor. Selanjutnya, kami akan memeriksa korban untuk mendalami detail kejadian, termasuk mengonfirmasi apakah korban benar-benar murid dari terduga pelaku,” jelas AKP Silfi.


Catatan: Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib agar kasus ini dapat diusut secara tuntas dan adil.