GelanggangNews – Harga bahan bakar pesawat atau avtur di Bandara Soekarno-Hatta mengalami lonjakan drastis hingga 72 persen pada April 2026. Kenaikan ini membuat harga avtur mencapai Rp23.551 per liter dari sebelumnya sekitar Rp13.656 per liter pada Maret 2026.
Kenaikan harga avtur tersebut merupakan penyesuaian harga yang dilakukan oleh PT Pertamina mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kondisi geopolitik global. Lonjakan ini berlaku untuk periode 1–30 April 2026 dan terjadi di berbagai bandara di Indonesia dengan persentase kenaikan yang berbeda-beda.
Selain untuk penerbangan domestik, harga avtur untuk penerbangan internasional juga mengalami kenaikan lebih tinggi, bahkan mencapai sekitar 80 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini membuat maskapai penerbangan menghadapi kenaikan biaya operasional yang cukup besar karena bahan bakar merupakan komponen biaya terbesar dalam operasional penerbangan.
Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) menyatakan bahwa kenaikan harga avtur sangat berpengaruh terhadap tarif tiket pesawat karena biaya bahan bakar menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional maskapai. Oleh karena itu, maskapai meminta pemerintah untuk menyesuaikan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge serta tarif batas atas tiket pesawat.
Kenaikan harga avtur ini disebut-sebut dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi pasokan energi global. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyatakan akan mengkaji kemungkinan penyesuaian tarif tiket pesawat jika harga avtur terus meningkat.
Dengan lonjakan harga avtur yang cukup tinggi ini, masyarakat berpotensi menghadapi kenaikan harga tiket pesawat dalam waktu dekat jika pemerintah menyetujui penyesuaian tarif penerbangan.
Ikuti perkembangan terbaru berita ekonomi hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/













