GelanggangNews – Pemerintah Iran dilaporkan mengizinkan kapal dari Malaysia dan Thailand untuk melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah. Kebijakan ini diberikan kepada negara-negara yang dianggap tidak terlibat konflik dan memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Iran.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika. Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati jalur ini, sehingga setiap gangguan di wilayah tersebut dapat berdampak besar terhadap ekonomi global dan harga energi dunia.
Keputusan Iran memberikan akses kepada Malaysia dan Thailand disebut sebagai langkah diplomasi sekaligus strategi politik di tengah tekanan internasional. Iran sebelumnya memperketat pengawasan dan membatasi kapal yang melintas setelah meningkatnya konflik militer di kawasan tersebut. Namun, kapal dari negara yang tidak terlibat konflik tetap diberikan izin melintas dengan pengawasan tertentu.
Pemerintah Malaysia dan Thailand dilaporkan telah melakukan komunikasi diplomatik dengan Iran untuk memastikan kapal dagang dan tanker minyak mereka dapat melintas dengan aman. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas perdagangan dan pasokan energi ke masing-masing negara.
Pengamat hubungan internasional menilai kebijakan Iran ini menunjukkan bahwa jalur perdagangan global masih bisa berjalan meskipun situasi geopolitik sedang memanas. Namun, risiko keamanan di Selat Hormuz masih tinggi dan kapal yang melintas tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
Situasi di kawasan Timur Tengah hingga saat ini masih terus berkembang dan berpotensi mempengaruhi perdagangan global, terutama sektor energi dan logistik internasional.
Ikuti perkembangan terbaru berita internasional hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/













