GelanggangNews – Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan udara terhadap fasilitas energi Iran. Serangan terbaru menargetkan sejumlah depot penyimpanan minyak di sekitar Teheran dan wilayah Alborz, yang memicu kebakaran besar serta menewaskan sedikitnya empat orang pekerja.
Menurut pejabat perusahaan distribusi minyak nasional Iran, pesawat tempur menyerang empat depot minyak dan satu pusat transportasi produk petroleum pada malam hari. Empat korban yang tewas diketahui merupakan pekerja sektor minyak, termasuk sopir truk tangki yang berada di lokasi saat serangan terjadi.
Ledakan besar dan kobaran api terlihat dari beberapa titik di ibu kota. Asap hitam tebal dilaporkan menyelimuti sebagian wilayah Teheran pada pagi hari setelah serangan, sementara bau minyak terbakar tercium di berbagai kawasan sekitar fasilitas yang diserang.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka menargetkan fasilitas penyimpanan bahan bakar yang disebut digunakan untuk mendukung infrastruktur militer Iran. Sementara itu, media pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai aksi gabungan Amerika Serikat dan “rezim Zionis”.
Meski beberapa fasilitas mengalami kerusakan, pihak otoritas Iran menyatakan kebakaran berhasil dikendalikan dan cadangan bahan bakar nasional masih mencukupi. Namun serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang terus memanas antara Iran di satu sisi dan koalisi Amerika Serikat–Israel di sisi lain.
Serangan terhadap infrastruktur energi Iran juga meningkatkan kekhawatiran global terkait stabilitas pasokan minyak dunia. Ketegangan militer yang terus meningkat di Timur Tengah membuat situasi kawasan semakin tidak menentu dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas.
Ikuti perkembangan terbaru berita internasional hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/













