60% Warga Amerika Serikat Mengecam Serangan Militer ke Iran

GelanggangNews – Sebagian besar warga Amerika Serikat menyatakan penolakan terhadap serangan militer yang dilancarkan negaranya bersama Israel ke Iran dalam sebuah jajak pendapat terbaru, mencerminkan skeptisisme publik terhadap keterlibatan AS dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Menurut hasil survei yang dirilis baru-baru ini oleh jaringan CNN bekerja sama dengan lembaga SSRS, sekitar 59–60% warga AS tidak setuju dengan keputusan pemerintah untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran. Sebagian besar responden juga meragukan strategi yang digunakan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, dan menilai pemerintah seharusnya berupaya lebih keras melakukan diplomasi sebelum mengambil tindakan militer.

Polling ini dilakukan segera setelah eskalasi serangan udara bersama yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada akhir Februari lalu, yang mendapat kecaman luas dan memicu debat tajam di dalam negeri. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun sebagian warga melihat Iran sebagai ancaman, mayoritas publik tetap tidak menyetujui tindakan militer langsung dan khawatir bahwa konflik bisa berubah menjadi perang berkepanjangan.

Selain itu, survei menemukan bahwa lebih dari setengah responden merasa Presiden Trump tidak memiliki rencana yang jelas dalam menangani konflik, serta berpendapat bahwa pemerintah seharusnya meminta persetujuan Kongres sebelum melanjutkan aksi militer lebih jauh. Sekitar 60% responden menolak kemungkinan pengiriman pasukan darat ke Iran dan hanya sekitar seperempat yang mendukung operasi tersebut.

Perbedaan pandangan terlihat jelas di tingkat partisan: mayoritas Demokrat dan independen cenderung menentang aksi militer ini, sementara dukungan tetap lebih tinggi di kalangan Republikan, meskipun tetap lebih rendah dibandingkan pengesahan total.

Ketidaksetujuan publik yang cukup besar ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat dan kekhawatiran akan dampak konflik terhadap stabilitas regional, kebijakan luar negeri AS, dan keselamatan personel militer.

Ikuti perkembangan terbaru konflik Timur Tengah dan opini publik hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *