GelanggangNews – Serangan militer gabungan United States dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memicu gelombang kecaman dari sejumlah negara dunia. China, Rusia, Korea Utara, hingga Indonesia menyampaikan respons tegas terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah tersebut.
Pemerintah China mengecam keras serangan itu dan menyerukan gencatan senjata segera. Beijing menilai tindakan militer tersebut melanggar prinsip hukum internasional dan Piagam PBB. China juga mendesak seluruh pihak menahan diri demi mencegah perang yang lebih luas serta mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Sementara itu, Presiden Vladimir Putin menyebut serangan tersebut sebagai “agresi tanpa provokasi.” Russia menyampaikan belasungkawa kepada Iran dan memperingatkan bahwa situasi ini dapat memicu ketidakstabilan regional yang serius. Moskow bahkan membuka peluang untuk berperan sebagai mediator guna meredakan ketegangan.
Dari Asia Timur, North Korea juga melontarkan kecaman keras. Pemerintah Pyongyang menyebut operasi militer tersebut sebagai “agresi ilegal” dan menuding Amerika Serikat bertindak sepihak tanpa mengindahkan hukum internasional.
Di dalam negeri, Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan duka atas peristiwa tersebut dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas dunia Islam. Pemerintah Indonesia turut menyerukan penyelesaian damai melalui dialog dan diplomasi, sesuai prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Reaksi beragam dari negara-negara tersebut mencerminkan kekhawatiran global terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas. Dunia kini menyoroti perkembangan situasi dengan cermat, di tengah ancaman ketegangan geopolitik yang terus meningkat.
Ikuti perkembangan terbaru berita Internasional hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/









