Korban kecelakaan tragis yang melibatkan kendaraan dinas milik Kementerian Pertahanan (Kemhan) dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (22/1). Korban berinisial TR sempat menjalani perawatan di RS Pelni, Jakarta, namun menghembuskan napas terakhir pada Selasa sore (21/1) pukul 14.30 WIB. Jenazah TR kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Karangampel, Indramayu.
“Kemarin sore (21/1) korban meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB. Jenazah sudah dibawa ke daerah asalnya,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, kepada wartawan, Rabu (22/1).
Joko mengungkapkan, korban TR mengalami luka serius akibat insiden tersebut. Namun, detail penyebab kematiannya masih belum dijelaskan.

Insiden ini melibatkan mobil dinas bernomor registrasi 6504-00 yang dikemudikan oleh seorang pria berinisial MSK. MSK diketahui adalah anak dari seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kemhan. Setelah insiden, MSK sempat menjadi sasaran amukan massa di lokasi kejadian dan kini dirawat di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat.
Selain TR, kecelakaan itu juga menimbulkan korban lainnya, yaitu pengendara sepeda motor berinisial TN serta dua penumpang mobil lain, S dan MES. Ketiganya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kementerian Pertahanan telah mengonfirmasi bahwa kendaraan tersebut memang milik institusinya. “Kendaraan dinas dengan nomor registrasi 6504-00 adalah milik Kemhan. Pengemudi, MSK, merupakan anak dari PNS kami,” jelas Karo Infohan Kemhan, Brigjen TNI Frega Wenas, pada Selasa (21/1).
PNS yang bersangkutan juga telah menjalani pemeriksaan internal. “PNS tersebut dikenai sanksi administrasi, dan hak peminjaman kendaraan dinas Kemhan telah dicabut,” lanjut Brigjen Frega.
Kemhan menyatakan bahwa pihaknya terus mengusut tuntas kejadian ini sebagai bagian dari tanggung jawab institusional.
Sumber: www.gelanggangnews.com










