Akhiri Siklus Banjir Tahunan, Plt Bupati Pati Siapkan Rencana Relokasi Besar-besaran

GelanggangNews – Pemerintah Kabupaten Pati mulai mengambil langkah radikal untuk memutus rantai bencana banjir yang terus berulang setiap tahun. Tak hanya sekadar memperpanjang masa darurat, pemerintah kini serius mengkaji opsi relokasi warga ke lahan yang lebih aman sebagai solusi jangka panjang yang permanen.

Keputusan ini muncul seiring dengan diperpanjangnya status Tanggap Darurat Bencana di Kabupaten Pati, yang kini berlaku hingga 6 Februari 2026.

Relokasi: Pindah Lahan untuk Hidup Lebih Aman

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa lagi hanya mengandalkan bantuan logistik saat air naik. Menurutnya, pemindahan pemukiman di titik-titik rawan adalah langkah yang tak bisa dihindari lagi.

“Kita butuh solusi yang lebih permanen. Ke depan, wilayah-wilayah tertentu perlu penyediaan lahan baru atau relokasi bagi warga terdampak agar mereka tidak terus-menerus menjadi korban banjir,” tegas Chandra, Minggu (25/1/2026).

Langkah berani ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar implementasinya bisa berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.

Darurat Belum Berakhir: 51 Desa Masih Tergenang

Meski jumlah wilayah terdampak telah menyusut drastis dari 100 desa menjadi 51 desa, Chandra mengingatkan bahwa ancaman belum sepenuhnya hilang. Cuaca ekstrem dan potensi tanah longsor masih menjadi bayang-bayang di beberapa kecamatan.

Perpanjangan status tanggap darurat ini bertujuan agar pemerintah memiliki fleksibilitas dalam mengerahkan anggaran dan bantuan secara cepat kepada ribuan warga yang masih berjuang di tengah genangan air.

Provinsi Siap Fasilitasi, ASN Diminta Tetap Fit

Merespons kebijakan ini, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan pihaknya berada di posisi mendukung penuh langkah yang diambil Pemkab Pati. Namun, ia memberikan catatan khusus mengenai pelayanan publik selama masa krisis.

“Kesehatan fisik dan mental para petugas di lapangan adalah modal utama. ASN harus tetap sehat agar pelayanan kepada masyarakat yang sedang dilanda bencana tetap berjalan maksimal,” pesan Sumarno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *