“Banjir Bandang Lereng Gunung Slamet Rusak Permukiman, Warga Purbalingga Kehilangan Rumah dan Usaha”

GelanggangNews – Bencana banjir bandang melanda wilayah Desa Serang dan Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, pada Sabtu dini hari. Arus deras dari kawasan lereng tenggara Gunung Slamet membawa lumpur, pasir, hingga batang kayu besar yang menerjang permukiman warga. Selain memakan korban, banjir ini juga meninggalkan kerusakan berat pada rumah dan tempat usaha masyarakat.

Saryono Sakirin (68), warga Desa Sangkanayu, menjadi salah satu korban paling terdampak. Rumah yang selama ini ia tempati bersama keluarga rusak parah, sementara bangunan kecil yang digunakan untuk menjalankan usaha produksi batako hilang terbawa arus. Seluruh peralatan kerja serta material bangunan yang telah disiapkan pun lenyap.

Ia menuturkan, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya sedang beristirahat malam. Kepanikan muncul ketika sang istri menyadari air sudah menggenangi lantai rumah. Keduanya segera menyelamatkan diri ke bagian rumah yang lebih tinggi, sementara suara gemuruh air dan benturan kayu terdengar semakin mendekat.

Tak berselang lama, batang kayu besar menghantam struktur rumah. Sebagian dinding dan bangunan di sekitar pekarangan ikut roboh dan terseret aliran air. Dua sepeda motor miliknya hilang terbawa arus, sedangkan satu kendaraan lainnya tertimbun lumpur tebal.

Saryono mengaku kehilangan ratusan unit batako, genteng, serta seluruh alat pencetak batako dan paving. Total kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Warga lain, Tri Sasongko (29), menyebut banjir datang secara tiba-tiba sekitar pukul tiga dini hari. Meski hujan tidak terlalu lebat, angin kencang telah terjadi selama beberapa hari terakhir. Ia menduga luapan sungai terjadi akibat aliran air dari perbukitan yang tersumbat.

Air setinggi sekitar satu meter menggenangi kawasan permukiman selama hampir setengah jam. Setelah sempat surut, gelombang kedua datang dengan arus lebih kuat dan membawa material kayu, memperparah dampak bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *