Saham UNTR dan ASII Anjlok Setelah Prabowo Cabut Izin Agincourt Resources

GelanggangNews- Pergerakan pasar modal Indonesia terguncang pada Rabu, 21 Januari 2026, setelah harga saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan induknya PT Astra International Tbk (ASII) mengalami penurunan tajam menyusul kebijakan pemerintah mencabut izin usaha tambang emas Martabe yang dioperasikan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) — anak usaha UNTR.

Pencabutan izin usaha ini merupakan bagian dari langkah pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk menindak perusahaan yang dianggap melanggar aturan pemanfaatan kawasan hutan di Sumatra, termasuk indikasi pelanggaran lingkungan yang memperburuk dampak banjir besar akhir 2025 lalu.

Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, saham UNTR langsung terjun bebas, anjlok hampir 15% ke sekitar Rp 27.200 per saham dan sempat menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB), mencerminkan aksi jual masif oleh pelaku pasar. Saham ASII pun ikut terkoreksi tajam, turun lebih dari 8–13% seiring sentimen negatif yang menyeret saham perusahaan induk Grup Astra.

Investors melihat pencabutan izin tambang Martabe sebagai risiko material yang berdampak langsung terhadap prospek pendapatan UNTR. Tambang Martabe selama ini menjadi salah satu pilar diversifikasi bisnis UNTR di luar batu bara dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.

Analis pasar menyebut bahwa ketidakpastian ini memicu tekanan jual, terutama ketika sentimen negatif bertumpuk di tengah kondisi pasar global yang sudah sensitif. Aksi jual saham UNTR juga tercatat meningkatkan volume transaksi secara signifikan pada sesi tersebut.

Sementara itu, investor kini memantau lebih jauh langkah manajemen UNTR dan ASII dalam merespons keputusan pemerintah, termasuk potensi peninjauan kembali izin atau upaya mitigasi dampak terhadap kinerja keuangan.

Baca berita ekonomi dan pasar modal terbaru hanya di:
👉 https://gelanggangnews.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *