Gelanggang News – Sampel muntahan pasien dan sisa makanan yang disimpan oleh SPPG akan diperiksa di BLK Yogyakarta untuk mengetahui penyebab pastinya,” ujar Susilaningsih saat menjenguk pasien yang dirawat di Puskesmas Sentolo I, Kapanewon Sentolo, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu dua hingga tiga hari. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan ada atau tidaknya kontaminasi bakteri yang memicu keracunan massal.
Susilaningsih menambahkan, SPPG yang bersangkutan telah mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi dan bukan pertama kalinya melayani penyediaan makanan bagi sekolah-sekolah. “SPPG ini sudah beroperasi cukup lama dan rutin melayani distribusi makanan,” katanya.
Ia juga menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menyatakan kejadian tersebut sebagai keracunan makanan, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Selama proses administrasi klaim berlangsung, pihak yayasan atau mitra penyedia makanan menyatakan kesediaan menalangi biaya perawatan pasien.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Total terdapat 87 pasien yang sempat dirawat di empat fasilitas kesehatan berbeda. “Semua pasien sudah tertangani. Di RS Pengasih Husada sembilan orang dan di RS Queen Latifah tujuh orang, semuanya sudah diperbolehkan pulang,” ujar Agung.











