Tragedi kebakaran besar mengguncang Hong Kong setelah sebuah apartemen bertingkat tinggi di kawasan Kowloon dilalap api pada dini hari. Sedikitnya 128 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 200 penghuni masih hilang dan belum ditemukan hingga laporan terakhir. Insiden ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan dalam sejarah modern kota tersebut.
Menurut laporan awal, api mulai muncul dari lantai tengah bangunan sebelum dengan cepat merambat ke seluruh blok akibat sistem pemadam internal yang diduga tidak berfungsi optimal. Para petugas pemadam kebakaran berjuang keras menembus kepulan asap pekat dan suhu ekstrem, sementara tim medis kewalahan menangani korban luka yang terus berdatangan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Saksi mata menggambarkan suasana mencekam ketika para penghuni berusaha menyelamatkan diri melalui tangga darurat yang penuh asap. Banyak yang terjebak karena lift otomatis langsung tidak dapat digunakan begitu alarm kebakaran aktif. Pemerintah Hong Kong mengumumkan status darurat dan mengerahkan tambahan personel untuk mempercepat proses pencarian serta identifikasi korban.
Otoritas setempat kini tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab pasti kebakaran, termasuk memeriksa potensi kelalaian pihak pengelola gedung. Sejumlah keluarga korban berkumpul di posko informasi yang disediakan otoritas, berharap mendapat kabar keberadaan anggota keluarga mereka yang masih hilang.
Gelanggang News menyoroti tragedi ini sebagai peringatan keras atas pentingnya standar keamanan bangunan dan kesiapan mitigasi bencana di wilayah urban padat penduduk. Kejadian memilukan ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Hong Kong dan komunitas internasional.
Selengkapnya di: www.gelanggangnews.com

