Lumajang – Gelanggang News. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam periode pengamatan enam jam, mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, pos pemantauan mencatat 44 kali gempa letusan, sebuah angka yang menegaskan bahwa gunung tertinggi di Jawa Timur itu masih berada dalam fase kritis. Setiap letusan memiliki amplitudo antara 10 hingga 22 mm dengan durasi 64 hingga 147 detik, menggambarkan ritme erupsi yang berlangsung nyaris tanpa jeda.
Dari pemantauan visual, asap putih berintensitas sedang membumbung dari kawah utama dengan ketinggian mencapai 1.000 meter. Meski terkadang tertutup kabut, letusan masih dapat diamati melalui peralatan seismik yang terus merekam aktivitas vulkanik secara intens. Cuaca di sekitar gunung terpantau berawan hingga mendung, dengan angin dominan bergerak ke arah timur.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap menetapkan Semeru pada Status Level IV (Awas). Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak, serta diminta menjauhi sektor tenggara sepanjang alur Besuk Kobokan hingga 20 kilometer, mengingat potensi awan panas dan guguran lava yang bisa terjadi tanpa peringatan.
Selain itu, warga di bantaran sungai diimbau menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi aliran untuk mengantisipasi terjadinya lahar dingin. Aparat bersama relawan telah memperketat patroli dan memberikan edukasi kepada warga untuk tetap waspada terhadap perkembangan aktivitas gunung.
Untuk berita lengkap lainnya, kunjungi:
🔗 https://gelanggangnews.com/











