Palangka Raya – Sebanyak 30.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kalimantan Tengah mengikuti uji coba sistem belajar digital & MPLS serentak pada Senin (25/8). Program ini menjadi langkah inovatif Pemerintah Daerah dalam mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi sekaligus menyesuaikan kegiatan pengenalan sekolah secara lebih modern.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Tengah menyebutkan bahwa uji coba sistem belajar digital & MPLS serentak ini merupakan bagian dari pilot project menuju digitalisasi sekolah tahun 2026. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa baru, tetapi juga melibatkan guru dan orang tua dalam proses adaptasi teknologi pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Sri Widodo, menjelaskan bahwa program ini menjadi momentum penting untuk mengubah paradigma pendidikan konvensional. “Kami ingin membuktikan bahwa daerah luar Jawa juga siap mengadopsi sistem belajar digital. Lewat uji coba sistem belajar digital & MPLS serentak ini, kami menilai kesiapan infrastruktur, keterampilan digital guru, dan respons peserta didik,” ujarnya dalam konferensi pers di Palangka Raya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, siswa mengikuti pembelajaran dan pengenalan sekolah melalui platform digital yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Materi MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dikemas dalam bentuk interaktif seperti video, kuis daring, dan diskusi virtual. Tujuannya adalah untuk meningkatkan minat siswa terhadap lingkungan sekolah sekaligus memaksimalkan potensi pembelajaran daring.
Salah satu guru di SMAN 3 Palangka Raya, Andini Wulandari, mengapresiasi program ini. Ia menyebut bahwa sistem baru ini membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik dan efisien. “Kami masih dalam tahap penyesuaian, tetapi anak-anak terlihat antusias. Ini bisa jadi tonggak baru pendidikan kita,” kata Andini.

Namun, sejumlah kendala juga muncul, terutama terkait dengan akses internet di wilayah pedalaman. Dinas Pendidikan mengakui bahwa tantangan infrastruktur digital masih menjadi pekerjaan rumah utama dalam pengembangan sistem ini. Oleh karena itu, kegiatan uji coba sistem belajar digital & MPLS serentak ini sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan program secara menyeluruh.
Pengamat pendidikan dari Universitas Palangka Raya, Dr. Ahmad Rifai, menyatakan bahwa langkah ini harus dibarengi dengan pelatihan intensif bagi guru dan pendampingan bagi siswa. “Jangan sampai program ini hanya sebatas formalitas. Jika diterapkan secara konsisten, ini bisa menjadi revolusi pendidikan luar Jawa,” katanya.
Dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap digitalisasi pendidikan, pemerintah daerah berharap program ini dapat direplikasi di provinsi lain. Kalteng menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengembangan sistem pendidikan berbasis digital.
Untuk berita dan analisis mendalam seputar kebijakan pendidikan dan teknologi pembelajaran di Indonesia, kunjungi www.gelanggangnews.com












