Jakarta, GELANGGANG NEWS – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, memberikan peringatan tegas kepada seluruh kader partainya untuk menjunjung tinggi integritas dan menjauhi praktik korupsi. Dalam arahannya saat konsolidasi nasional partai yang digelar di Jakarta, Sabtu (23/8), Kaesang menegaskan bahwa korupsi adalah musuh bersama dan tidak boleh ada toleransi terhadap pelakunya.
“Saya tegaskan, jangan pernah korupsi. Kalau ada kader yang terbukti melakukan korupsi, kita tidak akan beri toleransi sedikit pun,” ujar Kaesang di hadapan ratusan kader PSI dari seluruh Indonesia.
Pernyataan Kaesang peringatkan kader PSI: jangan pernah korupsi tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya perhatian publik terhadap integritas partai politik menjelang Pemilu 2029. Kaesang menyebutkan bahwa PSI ingin menjadi partai yang bersih dan dipercaya oleh masyarakat, serta menjadi contoh bagaimana politik seharusnya dijalankan secara transparan dan akuntabel.
“Jangan pernah korupsi, karena itu mencederai kepercayaan rakyat. PSI ingin hadir sebagai harapan baru yang bebas dari praktik-praktik kotor,” tegas Kaesang sekali lagi, memperkuat pernyataan sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kaesang juga menginstruksikan seluruh pengurus wilayah dan caleg PSI untuk menandatangani pakta integritas. Langkah ini dimaksudkan sebagai bentuk komitmen moral dalam menjaga kejujuran dan integritas dalam menjalankan tugas publik. “Kita tidak hanya berbicara soal antikorupsi, tapi juga harus menunjukkan komitmen nyata. Jangan pernah korupsi, karena publik sekarang semakin cerdas dan kritis,” tambahnya.
Peringatan Kaesang peringatkan kader PSI: jangan pernah korupsi juga disampaikan dalam konteks membangun budaya politik yang bersih. Ia menilai bahwa kepercayaan publik terhadap partai politik bisa dibangun hanya dengan tindakan nyata, bukan sekadar retorika.
Menanggapi pernyataan tersebut, sejumlah pengamat politik menilai langkah Kaesang sebagai bentuk kepemimpinan yang tegas dan berorientasi pada reformasi internal. “Pernyataan ‘jangan pernah korupsi’ yang diulang secara eksplisit adalah sinyal kuat bahwa PSI ingin membangun identitas politik baru di tengah krisis kepercayaan terhadap partai,” ujar Dedi Kurniawan, analis politik dari Lembaga Riset Demokrasi Sosial.
Sementara itu, pengurus PSI di tingkat daerah mengaku siap menjalankan arahan tersebut. Salah satu ketua DPD PSI menyatakan bahwa mereka mendukung penuh peringatan Kaesang peringatkan kader PSI: jangan pernah korupsi, dan akan melakukan sosialisasi etika politik secara rutin kepada anggotanya.
Dengan langkah ini, PSI berharap mampu meraih simpati publik dan memperkuat posisinya sebagai partai alternatif yang bersih dan progresif dalam peta politik nasional.
Untuk berita dan perkembangan politik lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

