Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menerima audiensi dari Ikatan Tarekat Muktabarah Indonesia (ITMI) di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, pada Rabu (20/8). Dalam pertemuan tersebut, Wapres RI terima audiensi ITMI, bahas pendidikan & moderasi beragama sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi organisasi keagamaan dalam pembangunan nasional.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum ITMI, KH Asep Saifuddin Chalim, bersama sejumlah pengurus pusat. Mereka menyampaikan berbagai inisiatif strategis, khususnya dalam penguatan pendidikan pesantren dan pengarusutamaan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Gibran menyatakan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap masukan dari komunitas tarekat dan pesantren. “Kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tapi juga kuat dalam nilai-nilai kebangsaan. Moderasi beragama menjadi kunci di tengah dinamika global saat ini,” ujar Gibran. Hal ini menegaskan komitmen bahwa Wapres RI terima audiensi ITMI, bahas pendidikan & moderasi beragama dengan serius dan strategis.
Wapres juga menekankan perlunya transformasi pendidikan berbasis agama agar mampu menjawab tantangan zaman, termasuk digitalisasi dan ketahanan ideologi. Ia menyebut pesantren dan tarekat sebagai pilar penting dalam menjaga integritas moral bangsa serta penangkal ekstremisme.

“Pesantren dan organisasi seperti ITMI harus jadi pelopor pendidikan karakter dan literasi digital. Ini bukan hanya soal masa depan generasi muda, tapi juga masa depan Indonesia,” tegas Gibran.
Sementara itu, Ketua Umum ITMI, KH Asep Saifuddin, menyampaikan bahwa ITMI siap menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan kurikulum pendidikan yang moderat dan kontekstual. Ia juga mengusulkan agar program pelatihan keterampilan dan wirausaha bagi santri ditingkatkan melalui dukungan kementerian terkait.
“Jika moderasi beragama disinergikan dengan pemberdayaan ekonomi umat, maka stabilitas sosial akan terbentuk secara alami,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, juga dibahas potensi kolaborasi antara ITMI dan Kementerian Agama dalam penyusunan modul pelatihan moderasi beragama untuk guru-guru pesantren. Selain itu, Wapres Gibran menyambut baik gagasan penyelenggaraan forum tahunan pesantren moderat sebagai wadah pertukaran gagasan antar-ulama muda.
Dengan Wapres RI terima audiensi ITMI, bahas pendidikan & moderasi beragama, pemerintah berharap dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan masyarakat yang toleran, inklusif, dan berdaya saing.
Langkah ini sekaligus mencerminkan pendekatan kolaboratif pemerintahan Prabowo-Gibran dalam merespons tantangan sosial-keagamaan secara konstruktif dan berbasis akar rumput.
Untuk berita nasional, pendidikan, dan isu keberagaman lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

