Washington D.C. – Industri pariwisata Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari United States Travel Association, jumlah kunjungan wisatawan internasional ke AS turun hampir 15% sejak 2020. Banyak analis menyebut bahwa pariwisata AS anjlok diduga imbas kebijakan Trump, wisatawan pilih ke mana menjadi pertanyaan besar yang kini muncul di kalangan pelaku industri global.
Selama masa kepemimpinannya, mantan Presiden Donald Trump menerapkan sejumlah kebijakan imigrasi dan visa yang dinilai ketat, termasuk larangan masuk bagi warga dari beberapa negara mayoritas Muslim, peningkatan pemeriksaan visa, serta retorika politik yang kerap dianggap tidak ramah terhadap warga asing.
“AS kini dipersepsikan sebagai destinasi yang lebih sulit diakses dan kurang ramah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya,” ujar Lisa Cheng, analis perjalanan dari lembaga riset World Tourism Watch. Menurutnya, fakta bahwa pariwisata AS anjlok diduga imbas kebijakan Trump perlu menjadi perhatian serius pemerintah saat ini jika ingin memulihkan citra pariwisata negara tersebut.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh negara-negara pesaing seperti Kanada, Jepang, dan negara-negara Eropa yang memperlonggar aturan masuk bagi turis. Negara-negara ini mengalami lonjakan kunjungan wisatawan global dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, wisatawan yang sebelumnya menjadikan AS sebagai destinasi utama kini lebih memilih negara lain yang dinilai lebih mudah diakses dan lebih terbuka secara budaya.
Salah satu contoh nyata terlihat di sektor pendidikan dan konferensi internasional. Banyak peserta dari Asia dan Timur Tengah yang mengalihkan kunjungannya ke Eropa atau Australia karena kendala visa AS yang dinilai semakin rumit. Pariwisata AS anjlok diduga imbas kebijakan Trump, wisatawan pilih ke mana menjadi refleksi dari perubahan preferensi global akibat kebijakan domestik suatu negara.
Pemerintahan saat ini di bawah Presiden Joe Biden telah mencoba melonggarkan beberapa kebijakan tersebut, namun pemulihan citra tampaknya masih memerlukan waktu. Upaya promosi pariwisata melalui kampanye “Visit the USA” terus digencarkan, namun belum cukup mampu mengimbangi penurunan yang telah terjadi selama beberapa tahun terakhir.
Data dari Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) menunjukkan bahwa AS turun dari peringkat ke-2 ke posisi ke-5 dalam daftar negara tujuan wisata internasional terbanyak sejak 2019. Pariwisata AS anjlok diduga imbas kebijakan Trump, wisatawan pilih ke mana menjadi sorotan dalam sejumlah diskusi tingkat internasional mengenai pemulihan sektor pariwisata global pasca pandemi.
Pelaku industri berharap pemerintah AS dapat mengadopsi pendekatan yang lebih terbuka dan bersahabat untuk kembali menarik minat wisatawan global. Kolaborasi dengan negara mitra dan penyederhanaan proses visa dinilai sebagai langkah awal yang penting.
Untuk mengetahui berita lengkap dan perkembangan terbaru seputar isu global, kunjungi situs berita terpercaya www.gelanggangnews.com.

