Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Jadi Buron AS, Presiden Venezuela Maduro Tantang Balik Trump

ByAdmin Gelanggang

Aug 13, 2025

CARACAS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali memanas setelah Presiden Nicolás Maduro secara terbuka menanggapi statusnya sebagai buron internasional. Dalam pernyataan tegas yang disampaikan di hadapan parlemen Venezuela, Presiden Venezuela Maduro tantang balik Trump, menyebut tuduhan yang dijatuhkan kepadanya sebagai “rekayasa politik” yang digunakan untuk mencampuri kedaulatan negaranya.

Sebagaimana diketahui, sejak 2020, pemerintah Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump menetapkan Maduro sebagai buron atas dugaan terlibat dalam perdagangan narkotika internasional. Bahkan, AS menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya. Namun kini, menjelang pemilu presiden AS 2026, isu ini kembali mencuat seiring meningkatnya eksposur politik Trump di kancah internasional.

Dalam pidato terbarunya, Presiden Venezuela Maduro tantang balik Trump dengan menyebut mantan presiden AS itu sebagai “pengecut yang bersembunyi di balik propaganda.” Maduro menegaskan bahwa dirinya tidak takut terhadap ancaman hukum internasional yang dilayangkan Washington.

“Trump adalah simbol intervensi dan agresi terhadap rakyat Venezuela. Jika dia pikir saya akan tunduk, maka dia keliru besar,” ujar Maduro di Caracas, Senin (11/8/2025).

Respons Internasional

Status jadi buron AS, Presiden Venezuela Maduro tantang balik Trump menarik perhatian komunitas internasional. Beberapa negara Amerika Latin menyatakan keprihatinan atas meningkatnya retorika permusuhan antara kedua negara, yang dikhawatirkan akan berdampak pada stabilitas kawasan.

Sementara itu, Gedung Putih menegaskan bahwa daftar buron yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS masih berlaku dan tidak berubah. Mereka menyebut bahwa upaya penegakan hukum tetap berjalan, terlepas dari situasi politik yang berkembang.

“Penetapan Maduro sebagai buron didasarkan pada bukti yang telah melalui proses hukum, bukan karena pertimbangan politik,” demikian pernyataan resmi dari Departemen Luar Negeri AS.

Politik Dalam Negeri Venezuela

Di dalam negeri, sikap Presiden Venezuela Maduro yang tantang balik Trump justru memperkuat citranya sebagai pemimpin yang berani menghadapi tekanan asing. Basis pendukungnya menyambut baik pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi Barat.

Namun, oposisi menilai sikap itu hanya sebagai pengalihan isu dari krisis ekonomi dan pelanggaran hak asasi manusia yang terus memburuk di Venezuela.

Fakta bahwa jadi buron AS, Presiden Venezuela Maduro tantang balik Trump menunjukkan bahwa ketegangan antara Caracas dan Washington masih jauh dari mereda. Dengan dinamika politik global yang terus bergerak, pertarungan narasi antara kedua tokoh ini kemungkinan besar akan menjadi salah satu sorotan utama menjelang pemilu di kedua negara.

Ikuti perkembangan terbaru geopolitik Amerika Latin dan dunia hanya di www.gelanggangnews.com.