Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

WHO: Hampir 12 Ribu Balita Gaza Menderita Malnutrisi Akut pada Juli 2025

ByAdmin Gelanggang

Aug 13, 2025

GAZA – Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Dalam laporan terbarunya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa hampir 12 ribu balita Gaza menderita malnutrisi akut pada Juli 2025. Angka ini meningkat drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dan mencerminkan memburuknya kondisi kesehatan anak-anak di wilayah konflik tersebut.

Menurut WHO, sebagian besar kasus malnutrisi akut terjadi pada anak-anak berusia di bawah lima tahun. Mereka mengalami kekurangan berat badan, stunting, hingga wasting atau kehilangan massa otot yang parah. WHO menyebut hampir 12 ribu balita Gaza menderita malnutrisi akut pada Juli 2025 sebagai “krisis gizi besar yang membutuhkan respons darurat segera.”

Dampak Blokade dan Konflik Berkepanjangan

WHO menyoroti bahwa krisis ini disebabkan oleh kombinasi antara konflik berkepanjangan, akses terbatas terhadap pangan, serta hancurnya fasilitas kesehatan. Sejak eskalasi militer terbaru awal tahun ini, distribusi bantuan makanan dan medis ke Gaza mengalami gangguan parah, menyebabkan kelangkaan nutrisi penting bagi anak-anak.

“Anak-anak di Gaza berada dalam kondisi yang sangat rentan. Mereka tidak hanya menderita akibat konflik, tetapi juga kelaparan dan kekurangan gizi,” ujar Richard Brennan, Direktur Kedaruratan WHO untuk Mediterania Timur.

Fakta bahwa hampir 12 ribu balita Gaza menderita malnutrisi akut pada Juli 2025 menegaskan perlunya intervensi cepat dari komunitas internasional, baik dalam bentuk bantuan makanan, pelayanan kesehatan, maupun jaminan akses kemanusiaan yang aman.

Keterbatasan Bantuan dan Risiko Jangka Panjang

WHO juga mengingatkan bahwa malnutrisi akut pada balita dapat berdampak permanen terhadap perkembangan fisik dan mental anak. Jika tidak ditangani dalam waktu dekat, krisis ini berpotensi menciptakan generasi dengan kesehatan buruk di masa depan.

Organisasi internasional lainnya seperti UNICEF dan WFP (World Food Programme) telah mengeluarkan peringatan serupa, menyebut bahwa kondisi di Gaza kini memasuki fase darurat tingkat tinggi. Namun, keterbatasan akses dan blokade yang terus berlangsung membuat upaya bantuan sulit dilakukan secara optimal.

“Jika kita tidak bertindak sekarang, konsekuensinya bisa sangat tragis. Tidak hanya bagi anak-anak Gaza, tetapi juga bagi stabilitas kawasan secara keseluruhan,” tambah Brennan.

Tuntutan kepada Komunitas Internasional

WHO mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik, termasuk otoritas lokal dan negara-negara berpengaruh, untuk memfasilitasi koridor kemanusiaan. Hal ini penting agar bantuan gizi, vaksin, dan layanan medis dapat segera menjangkau anak-anak yang sangat membutuhkan.

Dengan fakta bahwa hampir 12 ribu balita Gaza menderita malnutrisi akut pada Juli 2025, komunitas internasional dihadapkan pada tantangan kemanusiaan besar yang tidak bisa diabaikan.

Untuk laporan lebih lanjut tentang kondisi kemanusiaan di Gaza dan krisis anak-anak lainnya di dunia, ikuti terus informasi terkini di www.gelanggangnews.com.