Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Masa Depan Hamas di Gaza, Masihkah Kuat Bertahan Hadapi Embusan Nafsu Netanyahu?

ByAdmin Gelanggang

Aug 12, 2025

Gaza – Seiring berlarutnya konflik di Jalur Gaza, pertanyaan besar mulai mencuat: Masa depan Hamas di Gaza, masihkah cukup kuat untuk bertahan di tengah tekanan militer dan politik yang terus meningkat dari Israel? Sejak awal 2024, intensitas serangan Israel meningkat drastis, memaksa kelompok Hamas beroperasi dalam kondisi yang semakin sulit.

Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menunjukkan gelagat tak kenal kompromi. Berbagai pernyataan keras dilontarkan, menyebut bahwa misi militer belum selesai hingga struktur dan kekuatan militer Hamas benar-benar dihancurkan. Dalam konteks ini, embusan nafsu Netanyahu terhadap penguasaan penuh atas Gaza tak lagi disamarkan.

Hamas dalam Kepungan

Tekanan militer Israel semakin mempersempit ruang gerak Hamas. Serangan udara dan operasi darat dalam beberapa bulan terakhir telah menghantam sejumlah basis penting dan jaringan bawah tanah yang menjadi kekuatan utama kelompok tersebut. Walau demikian, perlawanan bersenjata dari Hamas tetap berlangsung secara sporadis.

Namun, kekuatan itu dipertanyakan efektivitasnya ke depan. Masa depan Hamas di Gaza makin tidak menentu di tengah kerusakan infrastruktur dan keterbatasan logistik. Kehilangan dukungan dari sebagian negara Arab juga menjadi pukulan politik tersendiri bagi kelompok ini.

“Tanpa dukungan logistik memadai dan dengan tekanan militer yang berkelanjutan, Hamas menghadapi tantangan eksistensial,” ujar Dr. Saeed Barghouti, pengamat politik Timur Tengah.

Ambisi Netanyahu dan Reaksi Internasional

Banyak pengamat melihat bahwa embusan nafsu Netanyahu bukan hanya soal keamanan, tapi juga terkait kepentingan politik domestik. Dalam negeri, Netanyahu menghadapi tekanan politik dari kelompok sayap kanan yang mendukung aneksasi penuh atas Gaza.

Meski begitu, reaksi internasional terhadap kebijakan agresif Israel mulai mengeras. PBB dan sejumlah negara Eropa menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi pelanggaran hukum internasional, terutama terkait korban sipil dan krisis kemanusiaan di Gaza. Namun hingga kini, belum ada tekanan nyata yang menghentikan laju operasi militer Israel.

Perjuangan Bertahan di Tengah Krisis

Masa depan Hamas di Gaza tak hanya ditentukan oleh kekuatan senjata, tetapi juga oleh dukungan rakyat Palestina di wilayah tersebut. Meski mengalami penderitaan akibat perang, sebagian warga masih melihat Hamas sebagai simbol perlawanan terhadap pendudukan.

Namun demikian, situasi kemanusiaan yang terus memburuk, kelangkaan bahan pokok, dan kehilangan tempat tinggal menjadi tantangan berat yang bisa menggerus kepercayaan publik terhadap kelompok itu.

Di tengah embusan nafsu Netanyahu yang kian nyata dan kekuatan militer Israel yang tak kunjung surut, masa depan Hamas di Gaza kini berada di ujung tanduk. Apakah Hamas mampu bertahan dan tetap menjadi aktor utama di Gaza, atau justru memudar di tengah krisis yang berkepanjangan?

Ikuti terus perkembangan terbaru isu Timur Tengah hanya di GELANGGANG NEWS melalui laman resmi www.gelanggangnews.com.