Tokyo – Di tengah melonjaknya harga bahan bakar di berbagai negara, efisiensi konsumsi menjadi faktor utama dalam memilih kendaraan. Baru-baru ini, sebuah pabrikan asal Jepang memperkenalkan motor yang diklaim sebagai motor teririt di dunia, dengan kemampuan menempuh jarak hingga 973,8 km hanya dengan satu tangki penuh bahan bakar.
Kabar ini langsung menyita perhatian publik, terutama pecinta motor hemat seperti Honda BeAT dan Supra. Namun, dalam konteks efisiensi murni, motor ini dianggap mengungguli keduanya secara signifikan, sehingga muncul ungkapan: “BeAT dan Supra minggir”, karena ada pemain baru yang jauh lebih irit.
Siapa Motor Teririt Ini?
Motor yang dimaksud adalah Honda Super Cub 110, model legendaris yang mengalami penyempurnaan dalam teknologi injeksi dan sistem pembakarannya. Berdasarkan uji konsumsi bahan bakar internal dan pengujian independen, motor ini mampu mencatat konsumsi rata-rata 94 km/liter.
Dengan kapasitas tangki sekitar 10,4 liter, motor ini secara teori dapat menempuh jarak hingga 973,8 km dalam satu kali pengisian penuh, menjadikannya motor teririt di dunia yang tersedia secara massal dan legal di jalan raya.
“Motor ini dirancang bukan hanya untuk efisiensi bahan bakar, tapi juga keandalan jangka panjang dan kemudahan perawatan,” kata juru bicara Honda Jepang dalam pernyataan resmi.

Efisiensi Jadi Daya Tarik Utama
Di Indonesia, motor seperti BeAT dan Supra dikenal sebagai kendaraan harian yang efisien dan ekonomis. Namun, dibandingkan dengan motor terbaru ini, konsumsi bahan bakar BeAT rata-rata hanya berkisar 55–60 km/liter, sementara Supra X 125 mencatat sekitar 57–63 km/liter, tergantung kondisi jalan dan beban.
Dengan kemampuan full tank bisa jalan hingga 973,8 km, banyak yang menyebut motor ini bisa menjadi solusi ideal di daerah pelosok atau wilayah dengan akses SPBU terbatas. Tak heran jika media otomotif internasional ramai mengulas motor ini, dan menyebutnya sebagai terobosan di segmen kendaraan hemat.
Harga dan Ketersediaan
Saat ini, Honda Super Cub 110 sudah dipasarkan di Jepang dan beberapa negara Asia lainnya. Untuk pasar Indonesia, belum ada pengumuman resmi terkait peluncurannya. Namun, mengingat antusiasme publik dan nilai efisiensi yang ditawarkan, tidak menutup kemungkinan motor ini segera masuk ke Tanah Air.
Sebagai catatan, walau harganya sedikit lebih tinggi dari BeAT atau Supra, daya tarik konsumsi bahan bakar dan desain klasiknya menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Dengan kemampuan menempuh 973,8 km dalam sekali isi penuh, motor teririt di dunia ini layak dijadikan acuan efisiensi baru dalam dunia otomotif roda dua. Ungkapan “BeAT dan Supra minggir” bukan sekadar candaan, melainkan refleksi dari gebrakan nyata di dunia kendaraan hemat bahan bakar.
Untuk info lengkap seputar kendaraan hemat dan perkembangan otomotif terbaru, kunjungi GELANGGANG NEWS di www.gelanggangnews.com.












