Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Trump Kerahkan Kapal Selam Nuklir, Rusia Balas dengan Sindiran Pedas!

ByAdmin Gelanggang

Aug 5, 2025

GELANGGANG NEWS – Situasi geopolitik global kembali memanas setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pengerahan kapal selam nuklir ke perairan strategis Pasifik. Tindakan ini sontak memicu reaksi keras dari Moskow, yang membalas dengan sindiran pedas melalui juru bicara resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

Langkah Trump kerahkan kapal selam nuklir ini disebut sebagai upaya unjuk kekuatan menjelang pemilihan presiden AS 2026. Dalam sebuah pernyataan publik, Trump menyebut pengerahan tersebut sebagai “langkah preventif” untuk menunjukkan kesiapan militer AS menghadapi segala bentuk ancaman, terutama dari Asia Timur.

Namun, tidak lama berselang, Rusia langsung merespons dengan nada sinis. “Jika seseorang merasa perlu menyusupkan kapal selam ke tengah konflik diplomatik, mungkin dia sedang kekurangan suara dalam jajak pendapat,” ucap Maria Zakharova, juru bicara Kemenlu Rusia, dalam siaran persnya di Moskow. Rusia balas dengan sindiran pedas, menuding Trump memainkan propaganda militer demi kepentingan politik domestik.

Pengamat militer menilai bahwa tindakan Trump kerahkan kapal selam nuklir dapat memperkeruh hubungan internasional yang saat ini sudah rapuh. Sementara itu, Rusia terus mendorong pendekatan diplomatis dalam menghadapi ketegangan global, meski tetap memantau situasi dengan seksama melalui jalur intelijen dan pertahanan.

Dalam lima tahun terakhir, pengerahan alat utama sistem persenjataan strategis seperti kapal selam nuklir jarang dilakukan secara terang-terangan. Oleh sebab itu, keputusan Trump ini dianggap luar biasa dan berisiko memicu reaksi balasan yang lebih besar, terutama dari negara-negara yang merasa terancam.

Sikap Rusia balas dengan sindiran pedas dinilai sebagai bentuk kontrol narasi di tengah potensi eskalasi. Beberapa analis bahkan menyebut langkah Trump sebagai bentuk provokasi yang disengaja untuk menggeser fokus publik dari isu-isu hukum yang tengah dihadapinya di AS.

Sementara itu, pihak Gedung Putih yang saat ini masih dikuasai Partai Demokrat enggan memberikan komentar langsung atas manuver tersebut. Mereka hanya menegaskan bahwa semua tindakan militer Amerika Serikat harus melalui proses konstitusional dan sesuai kebijakan pertahanan nasional.

Kembali ke persoalan utama, Trump kerahkan kapal selam nuklir bisa dianggap sebagai pernyataan simbolis bahwa ia masih memiliki pengaruh kuat di ranah kebijakan luar negeri. Namun, dengan Rusia balas dengan sindiran pedas, dunia diingatkan bahwa ketegangan antarnegara adidaya tetap menjadi isu yang sensitif dan berpotensi mengguncang stabilitas global.

 

Untuk perkembangan selanjutnya dari ketegangan antara AS dan Rusia, serta analisis lengkap dari para pakar, ikuti terus berita terbaru hanya di:
👉 www.gelanggangnews.com