KRL Gangguan, Sejumlah Penumpang Ganti Moda Transportasi di Pasar Minggu

GELANGGANG NEWS – Gangguan perjalanan pada layanan Kereta Rel Listrik (KRL) kembali terjadi dan berdampak signifikan terhadap aktivitas para komuter, khususnya di wilayah Jakarta Selatan. Pada Senin pagi (4/8/2025), KRL gangguan di lintas Bogor-Jakarta menyebabkan antrean panjang dan kepadatan penumpang di beberapa stasiun, termasuk Stasiun Pasar Minggu, yang menjadi salah satu titik utama keberangkatan ke pusat kota.

Akibat dari KRL gangguan, sejumlah penumpang terpaksa ganti moda transportasi di Pasar Minggu. Banyak dari mereka yang memilih beralih ke ojek online, taksi daring, hingga bus TransJakarta demi tetap bisa sampai ke tempat kerja tepat waktu. Gangguan ini disebut-sebut disebabkan oleh masalah teknis pada sistem persinyalan antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Cawang.

PT KAI Commuter selaku operator telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Gangguan pada sistem persinyalan saat ini sedang ditangani tim teknis dan kami berusaha memulihkan perjalanan secepat mungkin,” tulis manajemen KAI Commuter dalam keterangan resminya.

Sementara itu, suasana di Stasiun Pasar Minggu tampak padat sejak pukul 06.00 WIB. Para penumpang yang biasanya mengandalkan KRL untuk bepergian merasa kecewa, terutama karena gangguan ini terjadi di jam sibuk. Seorang penumpang, Rina (29), menyatakan bahwa ia harus mengubah rute perjalanannya secara mendadak. “Karena KRL gangguan, saya terpaksa ganti moda transportasi di Pasar Minggu. Akhirnya saya naik ojek online meski biayanya jauh lebih mahal dari biasanya,” ujar Rina.

Beberapa penumpang lainnya bahkan memilih berjalan kaki ke halte TransJakarta terdekat. Seorang pelajar SMA yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kalau nunggu KRL bisa makin terlambat ke sekolah, jadi saya jalan ke halte busway dan naik TransJakarta.”

Kejadian KRL gangguan ini menambah daftar gangguan operasional yang sempat terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Warga berharap agar manajemen KAI segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem infrastruktur dan komunikasi lintas stasiun, agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Sejumlah pengamat transportasi menyarankan agar masyarakat mulai mempertimbangkan moda transportasi alternatif sebagai langkah antisipatif terhadap ketidakpastian perjalanan KRL, terutama di jam-jam padat.

Insiden pagi ini menunjukkan bahwa meskipun KRL tetap menjadi tulang punggung transportasi massal Jabodetabek, kesiapan sistem pendukung dan keandalan layanan harus terus ditingkatkan. Terlebih ketika KRL gangguan, penting adanya informasi cepat dan akurat agar penumpang dapat segera mengambil keputusan untuk ganti moda transportasi di Pasar Minggu atau stasiun lainnya.

Untuk update terbaru seputar transportasi publik dan informasi layanan harian, kunjungi terus www.gelanggangnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *