Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Tak Mau Mati Sia-sia, 400.000 Prajurit Ukraina Pilih Desersi

ByAdmin Gelanggang

Aug 5, 2025

Kyiv, GELANGGANG NEWS – Dalam sebuah perkembangan mengejutkan, data terbaru dari sejumlah sumber independen dan analis pertahanan mengungkapkan bahwa sekitar 400.000 prajurit Ukraina memilih desersi sejak pecahnya perang skala penuh dengan Rusia pada Februari 2022. Fenomena ini menjadi salah satu tantangan paling serius bagi militer Ukraina di tengah pertempuran yang semakin berlarut dan melelahkan.

Menurut laporan dari lembaga pemantau konflik internasional, gelombang desersi ini sebagian besar dipicu oleh rasa frustrasi, kelelahan mental, serta ketidakpercayaan terhadap strategi militer yang dijalankan oleh pemerintah. Banyak tentara yang mengaku tak mau mati sia-sia dalam konflik yang dinilai tak kunjung memperlihatkan titik akhir yang jelas.

Pakar militer asal Eropa Timur, Andriy Kovalenko, menjelaskan bahwa keputusan para prajurit Ukraina untuk meninggalkan tugas mereka merupakan refleksi dari menurunnya moral dan meningkatnya tekanan psikologis di garis depan. “Ketika seorang prajurit merasa tidak lagi berjuang untuk tujuan yang jelas, rasa takut akan kematian tanpa makna menjadi alasan utama mereka memilih desersi,” ujarnya dalam wawancara dengan Gelanggang News.

Berdasarkan wawancara dengan beberapa mantan prajurit yang kini berada di luar Ukraina, sebagian besar dari mereka menyatakan bahwa medan perang yang brutal, minimnya perlindungan, serta peralatan tempur yang terbatas membuat mereka merasa dikorbankan begitu saja. “Kami tak mau mati sia-sia. Pemerintah seakan menutup mata terhadap penderitaan kami di garis depan,” ujar seorang mantan tentara yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kementerian Pertahanan Ukraina sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah pasti 400.000 prajurit Ukraina yang pilih desersi, namun pihak oposisi dalam parlemen mulai mendesak diadakannya penyelidikan menyeluruh. Beberapa anggota parlemen menuding adanya pembungkaman terhadap suara-suara kritik di dalam militer yang sebenarnya mewakili kegelisahan banyak tentara.

Fenomena desersi ini juga berimbas pada upaya rekrutmen baru yang kini menghadapi tantangan besar. Banyak warga Ukraina yang enggan direkrut, dengan berbagai cara mencoba menghindari panggilan wajib militer. Sebuah laporan menyebutkan bahwa sejak awal 2024, lebih dari 20.000 orang dilaporkan melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari mobilisasi paksa.

“Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah serius, maka gelombang desersi ini akan melemahkan ketahanan militer kita secara signifikan,” tegas analis pertahanan Ukraina, Oksana Lebed. Ia menambahkan bahwa perbaikan strategi, transparansi, dan perlindungan hak-hak tentara sangat penting demi membangun kembali kepercayaan dalam institusi militer.

Seiring berjalannya waktu, krisis internal di tubuh militer Ukraina ini menjadi sorotan dunia internasional. Ketika 400.000 prajurit Ukraina pilih desersi demi menyelamatkan nyawa mereka, banyak pihak mulai mempertanyakan arah dan akhir dari konflik ini.

Baca informasi dan laporan terkini lainnya hanya di www.gelanggangnews.com.