GELANGGANGNEWS.com – Penyelidikan kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) masih menyisakan banyak tanda tanya. ADP ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7/2025), dalam kondisi mengenaskan: kepala terbungkus plastik putih dan terlilit lakban kuning, serta tubuhnya tertutup selimut biru.
Sejumlah fakta baru terus diungkap oleh tim penyidik dari Polda Metro Jaya. Salah satu temuan kunci adalah tas ransel milik ADP yang sebelumnya sempat ia bawa ke rooftop gedung Kemlu pada malam sebelum kematiannya, yakni Senin (7/7/2025). Dari rekaman CCTV, diketahui ADP berada di rooftop selama 1 jam 26 menit. Anehnya, ia turun tanpa membawa tas tersebut.
Tas tersebut akhirnya ditemukan keesokan harinya di lantai 12, tepatnya di samping tangga, oleh tim penyelidik. Di dalamnya terdapat beberapa barang pribadi, termasuk dokumen rekam medis dari salah satu rumah sakit umum di Jakarta, bertanggal 9 Juni 2025. Namun, hingga kini pihak kepolisian belum membeberkan isi rekam medis tersebut secara rinci.
Asal Usul Lakban Kuning Terungkap
Salah satu elemen yang paling mengundang perhatian publik adalah lakban kuning yang ditemukan melilit kepala korban. Setelah ditelusuri, lakban tersebut ternyata dibeli oleh ADP bersama istrinya di Yogyakarta pada bulan Juni 2025, sebulan sebelum peristiwa nahas itu terjadi.
Menurut AKBP Reonald Simanjuntak, lakban jenis tersebut biasa digunakan oleh pegawai Kemlu yang hendak menjalani tugas luar negeri, sebagai penanda barang bawaan mereka. Lakban serupa juga ditemukan di rumah ADP di Yogyakarta, memperkuat dugaan bahwa benda tersebut memang milik pribadi korban.
Polisi juga menemukan sidik jari ADP pada permukaan lakban, namun belum dapat dipastikan apakah ia melilitkan sendiri benda itu ke kepalanya atau dilakukan oleh pihak lain. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian belum bisa disimpulkan. Obat sakit kepala dan lambung yang ditemukan di lokasi kejadian pun masih belum dikaitkan secara langsung dengan penyebab kematian.
Informasi lanjutan dan perkembangan kasus ini akan terus kami pantau. Ikuti berita lengkapnya hanya di www.gelanggangnews.com.
