Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Ribuan Warga Belanda dan Eropa Serukan Akhiri Genosida di Gaza

ByAdmin Gelanggang

Jul 28, 2025

GELANGGANGNEWS.com – Lautan manusia berkaus merah membanjiri pusat kota Den Haag, Belanda, pada Minggu (15/6/2025). Aksi besar-besaran ini menuntut Pemerintah Belanda menghentikan dukungannya terhadap kekejaman Israel di Jalur Gaza.

Massa melakukan long march sejauh 5 kilometer, membentuk “barisan merah” sebagai simbol peringatan atas genosida yang terus berlangsung. Unjuk rasa ini sekaligus menjadi kritik tajam terhadap sikap diam pemerintah terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel.

Tak hanya di Belanda, ribuan warga di Brussel, Belgia, juga turun ke jalan dengan tuntutan serupa. Aksi damai ini diprakarsai oleh sejumlah lembaga HAM internasional seperti Amnesty International dan Oxfam, yang menyoroti pembiaran Uni Eropa terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Garis merah kembali dibentuk di ibu kota Uni Eropa, menjadi simbol solidaritas melawan penjajahan dan kejahatan perang.

Sementara itu, upaya solidaritas dari Afrika Utara melalui konvoi Soumoud harus terhenti di Misrata, Libya. Konvoi yang terdiri dari aktivis asal Maroko, Tunisia, dan Aljazair itu awalnya bertujuan menuju perbatasan Rafah di Gaza, namun diblokir otoritas Libya timur.

Di Paris, aktris kawakan Corrine Masiero bergabung dengan ribuan demonstran menyerukan penghentian genosida. Teriakan “Gaza! Hentikan Kekejaman!” menggema dari Place de la République hingga Place de la Bastille.

Direktur Oxfam Belanda, Michiel Servaes, menyatakan bahwa mayoritas rakyat Belanda menuntut tindakan tegas pemerintah, termasuk sanksi terhadap Israel. Hal ini diamini oleh Direktur Amnesty International Belanda, Marjon Rozema, yang menegaskan perlunya tekanan internasional terhadap rezim Zionis.

Aksi massa juga menyentuh simbol perdamaian dunia — Mahkamah Internasional di Den Haag. Di sinilah para hakim tahun lalu menyatakan bahwa Israel harus mencegah kematian massal dan tindakan genosida di Gaza. Namun, seruan itu hingga kini belum membuahkan hasil nyata.

Pemerintah Belanda sendiri kini berada dalam kondisi transisi setelah runtuhnya koalisi kanan-tengah. PM sementara Dick Schoof mengakui suara publik melalui unggahan di platform X, mengatakan bahwa penderitaan di Gaza harus segera diakhiri.

Sementara itu, para Menteri Luar Negeri Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat terkait meluasnya konflik, tidak hanya di Gaza, tapi juga hingga Iran.

Di sisi lain, KTT G7 yang digelar di Kananaskis, Kanada, turut disorot setelah 500 demonstran menggelar aksi di pusat kota Calgary, menuntut pemimpin dunia bertindak menghentikan kejahatan di Palestina.

 

Selengkapnya seputar isu Palestina dan liputan eksklusif lainnya hanya di www.gelanggangnews.com.