GelanggangNews.com — Bencana kebakaran hutan kembali melanda wilayah selatan Siprus, menyebabkan dua orang meninggal dunia dan memaksa ratusan warga untuk mengungsi dari rumah mereka. Api mulai menjalar dari desa Malia di distrik Limassol pada Rabu (23/7/2025) sore.
Dikutip dari BBC, dua jenazah ditemukan hangus di dalam sebuah kendaraan yang terbakar. Meski belum diidentifikasi secara resmi, laporan media lokal menyebut mobil itu milik seorang perempuan lansia berusia 77 tahun yang sebelumnya dinyatakan hilang. Korban diduga adalah pasangan lanjut usia dari daerah tersebut.
Sedikitnya 10 orang mengalami luka-luka, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis. Api juga melalap rumah-rumah warga dan merusak lahan seluas lebih dari 100 kilometer persegi.
Suhu Ekstrem dan Angin Kencang Mempercepat Penyebaran Api
Gelombang panas yang mencapai 43°C serta angin kencang tak menentu memperburuk kondisi kebakaran. Kementerian Dalam Negeri Siprus langsung memerintahkan evakuasi sejauh 14 kilometer di sepanjang kawasan pegunungan.
Anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan perkemahan di dekat desa Lofou juga telah dievakuasi. Beberapa desa mengalami pemadaman listrik dan sistem pendingin tak berfungsi karena dampak kebakaran.
“Saya melihat gunung dan lembah terbakar dari rumah. Saya menangis, sungguh… karena saya tahu ada orang yang terjebak,” ujar Antonis Christou, warga desa Kandou yang terdampak.
Bantuan Internasional Dikerahkan, Siprus Tidak Sendiri
Lebih dari 250 personel pemadam kebakaran telah dikerahkan. Siprus juga menerima bantuan dari negara-negara sahabat. Spanyol mengirim dua pesawat pemadam, Yordania mengirim helikopter, dan Angkatan Udara Inggris (RAF) yang bermarkas di Siprus turut memberikan dukungan melalui helikopter militer.
Meski penyebab utama kebakaran belum teridentifikasi secara pasti, pihak berwenang menyebut kondisi angin ekstrem berperan besar dalam mempercepat penyebaran api.
Krisis Musim Panas di Siprus: Kekeringan dan Kebakaran Meningkat
Kebakaran hutan bukan hal baru bagi Siprus, terutama saat musim panas. Pada tahun 2021, empat pekerja asal Mesir menjadi korban tewas akibat kebakaran besar yang menghanguskan 55 km² lahan di Limassol.
Kini, kekeringan parah kembali melanda negara tersebut. Waduk Kouris, sumber air terbesar di Siprus, hanya terisi 15,5% dari kapasitas totalnya.
Di waktu bersamaan, kebakaran hutan juga dilaporkan terjadi di Pulau Kreta, Turki, hingga sebagian wilayah Spanyol, menandai musim panas yang ekstrem di Eropa.
📍 Ikuti terus perkembangan bencana alam dan krisis iklim lainnya hanya di www.gelanggangnews.com – sumber terpercaya berita dunia dengan perspektif tajam dan mendalam.

