Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Jelang Penerapan Tarif Impor AS, RI Dapat Keringanan: Ini Dampaknya

ByAdmin Gelanggang

Jul 26, 2025

JAKARTA – Negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan mitra-mitranya menjelang tenggat 1 Agustus 2025 terus berkembang. Salah satu sorotan utama datang dari Indonesia yang telah berhasil memperoleh tarif impor baru sebesar 19 persen, turun signifikan dari tarif sebelumnya yang mencapai 32 persen.

Langkah ini muncul setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025 lalu mengumumkan rencana penerapan tarif impor yang lebih ketat terhadap sejumlah negara yang dianggap menyebabkan defisit neraca dagang AS.

Indonesia Dapat Perlakuan Lebih Ringan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Jakarta (24/7), menyebut penurunan tarif ini merupakan salah satu yang paling ringan dibanding negara-negara lain yang juga masuk dalam daftar penyesuaian tarif AS.

“Penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang mendapat tarif paling rendah dalam putaran ini,” jelas Airlangga.

Kesepakatan ini telah dituangkan dalam joint statement antara pemerintah RI dan AS yang diterbitkan pada 22 Juli 2025. Meski begitu, Airlangga menegaskan masih ada sejumlah aspek teknis yang sedang dibahas lebih lanjut sebelum diberlakukan secara resmi.

Beberapa Komoditas RI Akan Dapat Tarif Lebih Ringan

Dalam negosiasi lanjutan, AS menyatakan akan memberikan tarif lebih rendah dari 19 persen untuk komoditas tertentu asal Indonesia—khususnya komoditas yang tidak diproduksi di dalam negeri AS, seperti kelapa sawit, kopi, kakao, produk agro, serta beberapa produk mineral dan komponen industri.

“Komponen pesawat dan produk industri dari kawasan perdagangan bebas (free trade zone) juga masuk dalam daftar negosiasi,” tambah Airlangga.

Namun, hingga kini belum ada penandatanganan formal maupun executive order dari Gedung Putih yang mengesahkan penetapan tarif 19 persen tersebut.

Posisi Indonesia di Tengah Persaingan ASEAN

Dengan tarif baru ini, Indonesia dan Filipina kini sama-sama dikenai bea masuk 19 persen, menjadikan keduanya sebagai negara ASEAN dengan tarif relatif rendah. Sebagai perbandingan, Malaysia dikenai tarif 25 persen, Thailand 36 persen, Vietnam 20–40 persen, sedangkan Laos dan Myanmar berada di puncak dengan tarif mencapai 40 persen.

Sementara itu, Singapura dan Timor Leste tetap menikmati tarif terendah di ASEAN yakni hanya 10 persen.

Airlangga menekankan bahwa posisi Indonesia masih kompetitif dan pemerintah terus mengikuti dinamika yang terjadi di negara-negara tetangga. Beberapa di antaranya, seperti Malaysia dan Thailand, masih berupaya menegosiasikan penurunan tarif menjelang deadline 1 Agustus.

RI Waspadai Kompetitor Ekspor Tekstil & Sepatu

Di luar lingkup ASEAN, tarif negara pesaing Indonesia di sektor tekstil dan alas kaki juga turut diperhatikan. Negara-negara seperti Bangladesh (35 persen), Pakistan (29 persen), dan India (27 persen) masih dikenai tarif yang lebih tinggi dari Indonesia.

“Kita harus manfaatkan momentum ini untuk menjaga daya saing ekspor kita, terutama di sektor andalan seperti tekstil, garmen, dan sepatu,” kata Airlangga.

Dampak Ekonomi: Potensi Pertumbuhan & Arus Modal Positif

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Firman Mochtar, menilai kebijakan tarif baru ini akan berdampak positif bagi ekonomi domestik.

Ia menyebut bahwa penurunan tarif akan mempermudah akses pasar AS untuk produk-produk Indonesia dan secara tidak langsung mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspor dan arus impor barang dari AS.

“Ekspor akan lebih kompetitif, dan di sisi lain, impor dari AS juga bisa membantu kegiatan produksi di dalam negeri. Itu akan menciptakan efek berganda untuk ekonomi nasional,” tutur Firman.

Lebih jauh, Firman memproyeksikan bahwa kondisi ini juga bisa mendukung nilai tukar rupiah, menguatkan capital inflow, serta memberikan kepastian yang lebih baik bagi pelaku usaha dan investor.


Untuk berita ekonomi internasional dan kebijakan dagang terbaru, kunjungi laman resmi kami di www.gelanggangnews.com.