Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Warga AS Protes Tarif Impor RI hingga Geger Skandal Seks Thailand

ByAdmin Gelanggang

Jul 18, 2025

Dunia internasional tengah dihebohkan oleh dua isu besar yang datang dari belahan berbeda: protes warga Amerika Serikat terhadap tarif impor produk Indonesia, dan skandal seks yang mengguncang elite pemerintahan Thailand.

Warga AS Protes Tarif Impor Produk Indonesia

Kebijakan Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif impor sebesar 19% terhadap produk asal Indonesia menuai reaksi keras dari dalam negeri. Sejumlah pelaku usaha, distributor, hingga asosiasi industri di AS melayangkan protes lantaran khawatir kebijakan tersebut akan menaikkan harga barang dan mengganggu stabilitas bisnis lokal.

Produk-produk asal Indonesia seperti tekstil, furnitur, karet, dan komponen otomotif menjadi tulang punggung suplai berbagai sektor industri kecil dan menengah di AS. Dengan adanya tarif ini, para pelaku usaha menilai daya saing mereka akan menurun drastis.

“Ini bukan hanya soal hubungan dagang, tapi juga soal nasib bisnis kami. Kami sangat mengandalkan barang dari Indonesia,” ujar seorang pengusaha ritel di New York dalam wawancara dengan media lokal.

Protes ini memperlihatkan bahwa kebijakan tarif tak hanya berdampak pada negara mitra seperti Indonesia, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi domestik AS sendiri, terutama di sektor konsumen dan manufaktur.

Sementara itu, dari Asia Tenggara, Thailand tengah dilanda skandal besar yang melibatkan seorang pejabat tinggi pemerintah dalam video mesum yang bocor dan viral di media sosial. Video tersebut memicu kehebohan publik dan menimbulkan gelombang kritik terhadap pejabat bersangkutan, meski identitasnya belum dikonfirmasi secara resmi.

Pihak oposisi dan kelompok masyarakat sipil mendesak pemerintah agar segera melakukan investigasi terbuka dan tidak menutup-nutupi kasus ini. Skandal ini dinilai memperburuk citra pemerintahan dan memperkuat persepsi publik soal penyalahgunaan kekuasaan.

“Pejabat negara seharusnya jadi contoh moral, bukan justru terlibat dalam skandal memalukan seperti ini,” kata salah satu aktivis hak sipil Thailand.


Kedua kejadian ini mencerminkan bagaimana isu perdagangan dan moral pejabat bisa mempengaruhi stabilitas politik dan ekonomi secara luas. Dari Washington hingga Bangkok, tekanan publik semakin kuat menuntut transparansi, tanggung jawab, dan kebijakan yang adil.


Selengkapnya di: Gelanggang News