Ikan dikenal sebagai sumber protein hewani yang sehat dan kaya nutrisi. Namun, tidak semua jenis ikan aman dikonsumsi dalam jumlah besar. Beberapa jenis ikan laut diketahui mengandung tingkat merkuri yang tinggi, yang jika dikonsumsi berlebihan bisa membahayakan kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
Merkuri adalah logam berat beracun yang dapat terakumulasi dalam tubuh ikan besar melalui rantai makanan. Ketika manusia mengonsumsi ikan tersebut, merkuri bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan gangguan pada sistem saraf, ginjal, serta perkembangan otak janin.
Berikut ini adalah deretan ikan dengan kandungan merkuri tinggi yang perlu diwaspadai:
- Ikan Todak (Swordfish)
Ikan predator besar ini berada di puncak rantai makanan laut dan dikenal mengandung kadar merkuri yang sangat tinggi. - Ikan Hiu (Shark)
Sebagai pemangsa utama di laut, ikan hiu mengakumulasi merkuri dalam jumlah besar seiring usianya yang panjang. - Ikan Marlin
Meski lezat, ikan marlin termasuk dalam daftar ikan dengan kadar merkuri tinggi dan sebaiknya tidak dikonsumsi rutin. - Tuna Sirip Biru dan Sirip Kuning (Bluefin & Yellowfin Tuna)
Berbeda dengan tuna kaleng biasa, jenis tuna besar ini memiliki kadar merkuri yang lebih tinggi karena ukurannya yang besar. - King Mackerel (Tenggiri Raja)
Tenggiri jenis ini mengandung merkuri lebih tinggi dibanding tenggiri lokal, terutama jika berasal dari lautan dalam. - Tilefish (Lophius)
Ikan dasar laut ini juga punya konsentrasi merkuri yang cukup tinggi dan sering masuk dalam daftar “harus dihindari” oleh badan pengawas makanan internasional.
Siapa yang Perlu Waspada?
- Ibu hamil dan menyusui
- Anak-anak dan balita
- Orang dengan masalah hati atau ginjal
Apa Alternatif yang Aman?
Beberapa jenis ikan dengan kandungan merkuri rendah dan tetap kaya nutrisi antara lain:
- Ikan salmon
- Ikan sarden
- Ikan kembung
- Ikan lele
- Ikan teri
Pakar gizi menyarankan untuk membatasi konsumsi ikan bermerkuri tinggi tidak lebih dari 1 porsi per bulan, dan lebih memilih ikan laut kecil atau budidaya air tawar untuk konsumsi harian.
Selengkapnya di: Gelanggang News

