Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mencatat sejarah diplomatik dalam lawatan kenegaraan ke Eropa yang berlangsung dari Sabtu (12 Juli) hingga Selasa (15 Juli 2025). Dalam kunjungan ini, Prabowo tampil khas dengan peci hitam yang menjadi ciri khasnya, saat bertemu para pemimpin penting di Belgia dan Prancis.
Di Brussel, Belgia, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa. Pertemuan ini menghasilkan terobosan penting, yaitu kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Menurut Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, kesepakatan IEU-CEPA ini merupakan hasil negosiasi panjang sejak tahun 2016 yang telah melalui 19 putaran perundingan, dan akhirnya menemui kata sepakat di tahun ini. Tarif ekspor Indonesia ke Uni Eropa kini menjadi 0 persen, dari sebelumnya 10 hingga 20 persen.
“Ini adalah langkah besar yang berdampak positif bagi investasi, industri, dan perdagangan antara Indonesia dan Eropa,” ujar Teddy saat mendampingi Presiden di Bandara Orly, Paris (15/7).
Tak hanya soal ekonomi, Prabowo juga memperkuat kerja sama bilateral dengan Raja Philippe dari Belgia dalam pertemuan empat mata di Istana Laeken.
Selanjutnya, Presiden Prabowo menghadiri Bastille Day di Paris pada 14 Juli sebagai tamu kehormatan atas undangan langsung dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ini merupakan kehormatan luar biasa mengingat hanya segelintir pemimpin dunia yang pernah diundang. Dalam satu dekade terakhir, hanya Donald Trump (2017) dan Narendra Modi (2023) yang mendapat kehormatan serupa.
Kontingen Indonesia, yang terdiri dari 88 prajurit TNI AD, 86 dari AL, 86 dari AU, serta 189 taruna gabungan Akmil dan Akpol, turut tampil gagah dalam parade militer di Champs-Elysees. Mereka menjadi defile pembuka, memukau jutaan penonton dengan penampilan drum band membawakan lagu “Maju Tak Gentar”.
“Dunia menyaksikan langsung kegagahan TNI kita. Momen ini jadi simbol Indonesia makin diperhitungkan di kancah internasional,” ungkap Teddy dengan bangga.
Selain menghadiri parade, Prabowo juga melakukan dinner diplomatik bersama Presiden Macron, membahas isu-isu global termasuk konflik Israel-Palestina.
Dalam kunjungan ini, Komisi Eropa juga mengadopsi kebijakan visa cascade yang memudahkan Warga Negara Indonesia dalam kunjungan kedua ke Eropa. Mereka berpeluang mendapatkan visa Schengen multi-entry, yang tentunya akan mempererat hubungan people-to-people antara kedua belah pihak.
Kunjungan ini menjadi langkah nyata diplomasi Prabowo untuk meningkatkan citra Indonesia di mata dunia, serta membuka peluang besar di sektor ekonomi, militer, dan hubungan bilateral internasional.
Baca selengkapnya di: https://gelanggangnews.com/

