Musik  

4 Musisi Indonesia Bebaskan Lagunya Dinyanyikan saat Kisruh Royalti

4 Musisi Indonesia Bebaskan Lagunya Dinyanyikan di Tengah Kisruh Royalti

GELANGGANG NEWS – Di tengah polemik soal royalti musik yang tengah memanas di Indonesia, sejumlah musisi ternama justru mengambil langkah yang menyejukkan. Empat musisi papan atas Tanah Air memutuskan untuk membebaskan karya mereka agar bisa dinyanyikan tanpa harus membayar royalti.

Langkah ini pun menuai perhatian publik, mengingat belakangan banyak penyanyi dan penyelenggara acara yang terjerat masalah hukum terkait pelanggaran royalti. Berikut adalah empat musisi yang menyatakan kebijakan terbuka terhadap penggunaan lagu mereka:

1. Charly van Houten

Vokalis Setia Band ini secara terbuka menyatakan bahwa siapa pun boleh menyanyikan lagu-lagunya, baik di panggung hiburan, sekolah, hingga tempat ibadah, tanpa perlu membayar royalti. Charly menyebutkan bahwa karya seni adalah bentuk kontribusi sosial dan “semua milik Tuhan.”

2. Rian D’MASIV

Rian membolehkan penyanyi lain membawakan lagu-lagunya secara bebas. Namun, ia menekankan bahwa promotor, event organizer, atau penyelenggara acara komersial tetap wajib membayar royalti melalui lembaga yang sah, demi menghargai hak para pencipta lagu.

3. Rhoma Irama

Raja Dangdut Indonesia ini bahkan menyatakan, “Silakan nyanyikan lagu-lagu saya, sepuasnya, sampai serak juga gak apa-apa, gak usah bayar.” Sikap ini memperlihatkan sisi bijak Rhoma dalam menyikapi konflik royalti yang kerap membuat publik bingung.

4. Ariel NOAH

Ariel memperbolehkan siapa saja membawakan lagu-lagunya tanpa izin khusus. Namun, ia tetap mendukung sistem pembayaran royalti melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sebagai bentuk penghormatan terhadap para pencipta lagu dan musisi lainnya.


Langkah keempat musisi ini dinilai sebagai upaya menenangkan suasana di tengah ketegangan seputar aturan royalti. Meski demikian, mereka tetap mendorong agar mekanisme penghargaan terhadap pencipta lagu berjalan dengan baik dan adil melalui jalur kelembagaan yang tepat.

Musik adalah milik bersama, tapi penghargaan adalah bentuk peradaban.


Berita selengkapnya bisa dibaca di: https://gelanggangnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *