GelanggangNews – BOGOR – Upaya pencarian terhadap seorang warga bernama Bidong (60), yang dilaporkan hilang tertimbun material longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan korban pada Selasa (5/5/2026) petang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kabar penemuan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani. Ia menyatakan bahwa jasad korban berhasil dievakuasi setelah proses pencarian intensif dilakukan sejak siang hari.
“Iya, sudah diketemukan,” ujar Adam saat memberikan keterangan kepada media, Selasa malam.
Kronologi Kejadian
Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa siang ketika korban sedang bekerja merapikan rumpun bambu di area tersebut. Tidak sendirian, Bidong diketahui sedang beraktivitas bersama seorang rekannya.
Namun, kondisi tanah yang tidak stabil secara tiba-tiba memicu terjadinya longsor. Material tanah seketika ambrol dan menyeret tubuh korban ke bawah.
Korban Selamat: Rekan korban berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan material.
Korban Jiwa: Bidong (60) tidak sempat menghindar dan tertimbun material tanah serta bambu.
Proses Evakuasi yang Menantang
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta warga setempat bahu-membahu menggali gundukan tanah secara manual maupun dengan alat bantu seadanya.
Kondisi di lapangan dilaporkan cukup sulit lantaran aliran air di sekitar lokasi kejadian sangat deras, yang sempat dikhawatirkan dapat memicu longsor susulan atau menghambat pergerakan tim evakuasi.
Kasat Samapta Polres Bogor, AKP Yogi Nugraha, membenarkan bahwa saat dievakuasi dari timbunan tanah, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. “Korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” tegas Yogi singkat.
Imbauan kepada Masyarakat
Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada saat beraktivitas di area tebingan atau wilayah rawan longsor, terutama ketika curah hujan tinggi atau kondisi tanah dalam keadaan jenuh air yang dapat memicu pergeseran tanah sewaktu-waktu.













