Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Tragedi Berdarah di Kios Ayam Goreng Bekasi: Petugas Keamanan Dimutilasi Dua Rekan Kerja

ByAdmin Gelanggang

Mar 30, 2026

GelanggangNews – BEKASI – Kasus penemuan jasad dalam mesin pendingin (freezer) yang menggemparkan warga Perumahan Mega Regency, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, akhirnya menemui titik terang. Pihak kepolisian berhasil mengungkap identitas pelaku di balik aksi keji yang menimpa seorang pria berinisial AH (39).

Hanya dalam waktu singkat, Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan dua orang tersangka. Mirisnya, kedua pelaku merupakan orang dekat yang bekerja di tempat yang sama dengan korban.

Identitas Pelaku dan Hubungan Kerja

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengonfirmasi bahwa kedua tersangka yang ditangkap adalah S (27) dan DS alias ANS (24).

Ketiganya diketahui merupakan karyawan di kios ayam goreng tersebut dengan pembagian peran sebagai berikut:

  • AH (Korban): Bertugas sebagai personel keamanan (security) yang menjaga area kios.

  • S & DS (Pelaku): Bertugas sebagai pelayan pelanggan sekaligus pengolah daging ayam di dapur.

“Keduanya adalah rekan kerja korban sendiri,” ujar AKBP Abdul Rahim saat memberikan keterangan pada Senin (30/3/2026).

Kronologi Penemuan: Aroma Busuk di Balik Mesin Pendingin

Peristiwa kelam ini terungkap pada Sabtu (28/3/2026) pagi. Pemilik kios yang baru saja kembali dari perjalanan mudik ke Cilacap, Jawa Tengah, merasa curiga saat memasuki ruko miliknya. Kecurigaan tersebut berawal dari bau menyengat yang sangat kuat di sekitar area dapur.

Setelah ditelusuri, sumber bau mengarah pada sebuah freezer besar yang dalam keadaan terkunci. Betapa terkejutnya sang pemilik saat membuka pintu mesin pendingin tersebut; ia menemukan jasad AH terselip di antara tumpukan stok daging ayam beku.

Kondisi jasad ditemukan dalam keadaan sangat mengenaskan. Tubuh AH sudah tidak utuh karena bagian tangan dan kakinya telah dipisahkan dari badan (mutilasi).

Pencarian Bagian Tubuh yang Hilang

Hingga saat ini, teka-teki mengenai keberadaan potongan tubuh korban masih menjadi fokus utama penyidikan. Polisi melaporkan bahwa kedua tangan dan kedua kaki korban tidak ditemukan di lokasi kejadian maupun di dalam freezer.

“Tim kami masih terus melakukan pencarian di lapangan untuk menemukan potongan kaki dan tangan korban yang hilang,” tambah AKBP Abdul Rahim.

Dugaan Perampokan dan Pelarian

Selain melakukan tindakan pembunuhan sadis, kedua pelaku diduga kuat berniat menguasai harta benda milik pemilik toko. Berdasarkan inventarisir di lokasi kejadian, polisi melaporkan hilangnya:

  1. Dua unit sepeda motor.

  2. Sejumlah uang tunai.

Saat ini, kedua tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya untuk menggali motif sebenarnya di balik aksi mutilasi tersebut—apakah murni karena dorongan ekonomi (perampokan) atau terdapat dendam pribadi antar sesama rekan kerja.