Seorang remaja berusia 16 tahun asal Tangerang harus menjalani perawatan intensif setelah didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium 5. Kasus ini mengejutkan keluarga dan tenaga medis karena kondisi tersebut biasanya dialami oleh pasien usia dewasa. Berdasarkan penelusuran medis, remaja ini diketahui memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman manis dalam jumlah berlebihan selama bertahun-tahun, termasuk teh kemasan, minuman berkarbonasi, dan minuman kekinian dengan kadar gula tinggi.
Menurut keterangan dokter yang menangani, lonjakan kadar gula dan zat aditif dalam minuman kemasan dapat memaksa ginjal bekerja lebih keras, sehingga dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan permanen. Sang remaja mulai merasakan gejala seperti lemas, pembengkakan di kaki, serta penurunan nafsu makan sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan lengkap. Hasil diagnosis menunjukkan bahwa fungsi ginjalnya hanya tersisa 10 persen, sehingga membutuhkan tindakan cuci darah secara berkala.
Keluarga mengaku tidak menyangka bahwa kebiasaan sederhana yang dianggap sepele dapat berdampak fatal. Mereka berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya para orang tua untuk lebih mengawasi pola konsumsi anak-anak. Pihak rumah sakit juga menegaskan pentingnya edukasi publik mengenai bahaya konsumsi gula berlebih dan pentingnya gaya hidup sehat sejak usia muda.
Dalam laporan khas Gelanggang News, kasus ini kembali menyoroti meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal pada kelompok usia remaja yang disinyalir berkaitan dengan tren minuman manis dan pola hidup modern. Tenaga kesehatan mengimbau masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, memperbanyak aktivitas fisik, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini.
Selengkapnya: www.gelanggangnews.com

