Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Saudi-Qatar Marah Besar soal Visi Ekspansi ‘Israel Raya’ ke 5 Negara

ByAdmin Gelanggang

Aug 14, 2025

GELANGGANG NEWS — Ketegangan kembali meningkat di kawasan Timur Tengah setelah munculnya pernyataan kontroversial dari sejumlah tokoh politik Israel terkait visi ekspansi “Israel Raya” yang mencakup wilayah lima negara Arab, termasuk bagian dari Arab Saudi dan Qatar. Pernyataan ini sontak memicu respons keras dari Riyadh dan Doha, yang mengecam keras narasi tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan negara mereka.

Menurut laporan media internasional, konsep “Israel Raya” atau “Greater Israel” yang dihidupkan kembali oleh kelompok ultranasionalis di Israel mencantumkan wilayah-wilayah strategis dari Lebanon, Suriah, Yordania, Arab Saudi, dan Qatar sebagai bagian dari peta ekspansi imajiner yang diklaim berdasarkan tafsir historis dan religius.

Saudi-Qatar marah besar soal visi ekspansi ‘Israel Raya’ ke 5 negara, karena dianggap tidak hanya mengganggu stabilitas kawasan, tetapi juga melukai proses normalisasi hubungan yang selama ini dijalankan secara hati-hati. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa kerajaan “menolak segala bentuk upaya imperialistik” yang bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip kedaulatan nasional.

Sementara itu, Pemerintah Qatar juga menyampaikan kecaman tegas melalui pernyataan resmi. Doha menilai bahwa visi ekspansi semacam ini adalah bentuk provokasi yang bisa memicu konflik baru di kawasan yang selama ini rentan terhadap ketegangan geopolitik. “Qatar akan berdiri tegas dalam mempertahankan integritas wilayahnya dan mendesak komunitas internasional untuk mengecam klaim yang tidak berdasar ini,” kata perwakilan Kementerian Luar Negeri Qatar.

Para analis menilai bahwa pernyataan-pernyataan dari faksi ekstrem kanan Israel telah memperkeruh upaya diplomasi yang sedang dilakukan antara Israel dan beberapa negara Arab. Bahkan, inisiatif normalisasi lanjutan yang digagas melalui Abraham Accords pun dikhawatirkan terganggu karena retorika ekspansionis tersebut.

Saudi-Qatar marah besar soal visi ekspansi ‘Israel Raya’ ke 5 negara bukan tanpa alasan. Selain menyangkut wilayah teritorial, isu ini juga menyentuh dimensi historis dan keagamaan yang sangat sensitif. Ketegangan pun merembet ke media sosial, di mana tagar #IsraelRaya dan #HandsOffArabLands menjadi trending di beberapa negara Timur Tengah.

Israel hingga kini belum memberikan klarifikasi resmi atas kontroversi tersebut. Namun, sejumlah pejabat tinggi Israel mengklaim bahwa peta “Israel Raya” bukan bagian dari kebijakan negara, melainkan pandangan kelompok tertentu. Meski demikian, pernyataan tersebut belum cukup meredakan kekhawatiran negara-negara Arab.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Israel dengan negara-negara Teluk mulai menunjukkan perbaikan. Namun, dengan munculnya kembali narasi ekspansionis, kepercayaan itu kembali diuji. Saudi-Qatar marah besar soal visi ekspansi ‘Israel Raya’ ke 5 negara, dan dampaknya bisa menjalar ke stabilitas regional yang lebih luas.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa perdamaian di Timur Tengah memerlukan komitmen jangka panjang dan sikap saling menghormati kedaulatan. Jika tidak segera ditangani, retorika seperti ini bisa memicu ketegangan berkepanjangan di kawasan.

Untuk perkembangan berita politik dan internasional lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.